SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Sebanyak 75 sekolah SD dan SMP Negeri di Surabaya akan mendapatkan anggaran renovasi sekolah. Anggaran senilai Rp 200 miliar tersebut diperuntukkan bagi sekolah rusak baik itu untuk ruang guru dan ruang kelas.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Surabaya Ery Cahyadi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Surabaya terkait kebutuhan sekolah yang membutuhkan renovasi. Selain itu ada bberapa sekolah yang juga dibangun untuk kebutuhan ruang kelas baru. “Data yang kami terima sudah kami pastikan dengan kebutuhan di lapangan,” terangnya.
Ery menambahkan, dari 75 sekolah tersebut sebanyak 49 SD dan 26 SMP yang akan direnovasi. Sedangkan untuk SMA/SMK Pemkot tidak memberikan anggaran karena sudah dikelola oleh Pemprov Jatim. “Fokus kami ya hanya SD dan SMP saja karena sesuai dengan aturan yang berlaku,” ucapnya.
Dia menambahkan, renovasi sekolah tersebut digolongkan untuk renovasi ringan dan berat. Sekolah yang memiliki luas halaman yang sempt maka kebijakannya dengan meninggikan bangunan untuk dijadikan ruang kelas baru. Hal itu sebagai solusi agar sekolah tetap bisa memiliki halaman untuk digunakan kegiatan lainnya. “Biar tidak ada shift dan siswa bisa masuk sekolah bersama-sama,” katanya.
Menurutnya, selain pembangunan ruang kelas, yang juga dilakukan adalah penambahan ruang laboratorium, ruang olahraga perpusataan, dan saranan gedung yang lain tergantung kebutuhan. “Pembangunan yang dianggarkan untuk sekolah diselesaikan pada akhir 2018,” ujarnya.
Ketua Komisi D Agustin Poliana mengatakan, setiap tahunnya Dinas Pendidikan dan dinas terkait harus memantau kondisi sekolah di Surabaya. Perbaikan harus dilakukan sebelum kondisi sekolah rusak. “Jangan tunggu sekolah roboh dulu baru diperbaiki. Harus ada perhatian dan pemantauan,” ucapnya.
Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, kebutuhsan setiap sekolah juga harus didata dengan tepat. Jika kondisi kelas masih baik diharapkan ada penambahan fasilitas lain yang bisa menunjang program belajar. “Banyak fasilitas pendidikan yang butuh penambahan,” pungkasnya. Alq
Editor : Redaksi