SURABAYAPAGI.com, Gresik - Aksi kriminal jalanan yang meresahkan warga kembali terjadi di Kota Pudak, sebutan lain Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kali ini, kawanan begal beraksi di Desa Tanggul Rejo, Kecamatan Manyar.
Ironisnya, pelaku tak segan-segan beraksi beringas terhahap warga yang jadi targetnya.
Seperti peristiwa yang terjadi Rabu (17/1/2018) sekitar pukul 23.00 Wit, di wilayah Rt.16 Desa Tanggul Rejo, Kecamatan Manyar, Gresik dengan korban Evi (21), warga Desa Pedurungan, Kecamatan Glagah, Lamongan.
Menurut penuturan korban Evi, malam itu ia bersama kekasihnya Muhammad Ikhya'ulumuddin (22), warga Rt.8 Rw.2 Tanggul Rejo, Manyar pulang dari nonton pertunjukkan orkes di daerah Kecamatan Bungah. Korbam berboncengan sepeda motor Honda Beet biru Nopol S 5647 LY.
Saat masuk di jalan rusak dan bergelombang ditambah penerangan jalan tidak ada persis di Rt.16 Tanggul Rejo, sepasang kekasih ini langsung dihadang oleh tiga orang pria tak dikenal.
Tanpa basa-basi, ketiga pelaku langsung minta semua barang bawaan kedua korban diserahkan.
"Kalau tidak dipenuhi permintaannya, mereka (pelaku, red) mengancam dan tak segan-segan memukul di bagian wajah," ujar Evi kepada Surabaya Pagi di Tanggul Rejo sambil menunjukkan bagian wajahnya yang kena bogem pelaku, Kamis (18/1/2018).
Korban yang di bawah tekanan dan ancaman ketiga pelaku pun tak bisa berkutik. Sehingga permintaan pelaku dituruti. Seluruh perhiasan emas yang dipakainya dipeloroti pelaku. Cincin, anting, kalung, gelang dan gelang dan gelang kaki ludes dirampas.
Tak hanya itu, Handphone miliknya dan milik kekasihnya juga turut ditampas pelaku. Atas peristiwa ini, korban Evi mengalami kerugian Rp 27 juta lebih sudah termasuk uang chas miliknya yang turut diambil pelaku.
Usai beraksi ketiga pelaku langsung kabur membawa semua barang milik korban ke arah selatan area tambak.
Sebenarnya TKP, tidak begitu jauh dari pemukiman warga. Namun kedua korban tidak bisa berteriak minta tolong. Pasalnya, ketiga pelaku mengancam akan membunuhnya jika berteriak.
"Kita tidak boleh teriak, kalau teriak langsing dipukul di wajah. Pacar saya juga dipukul berkali-kali wajahnya," tambah Ikhya'ulumuddin.
Kapolsek Manyar AKP Riyan Septi melalui Kanit Reskrim Polsek Manyat Aiptu Azis ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Anggotanya pun langsung ke TKP saat mendapat informasi terkait begal ini. Pihaknya juga menemui korban untuk diminta keterangan termasuk ciri-ciri pelaku.
Sementara anggota Buser Polsek Manyar di TKP, berhasil mengetahui ciri-ciri pelaku. Ketiganya diduga pelaku masih usia ABG. Diantaranya, ada yang berambut cepak, sebelah kiri cukur garis, ada juga berperawakan kurus tinggi. Mis
Editor : Redaksi