SURABAYAPAGI.com, Gresik - Disaat sebagian petani panen raya padi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Seperti panen raya di wilayah Kecamatan Bungah, Rabu (17/1/2018) kemarin, harga beras di sejumlah pasar tradisional daerah ini justru semakin mahal.
Saat ini, harga beras premium saja harganya sudah berada di level Rp 12.000 hingga Rp 12.500 per kilogram. Sebelumnya hanya Rp 9.500 dan Rp 10.000 per kilogram.
Kenaikan harga beras di sejumlah pasar tradisional di Gresik berlangsung sejak dua puluh hari terkahir. Kenaikan harga yang terus menanjak, membuat warga khususnya kalangan ibu rumah tangga resah. Mereka khawatir kenaikan ini terus berlangsung.
Sementara itu, ada pula sebagian warga bertanya-tanya alasan kenaikan harga. Pasalnya, beberapa daerah justru panen raya padi. Bahkan panen raya di Gresik berlangsung waow karena dihadiri langsung orang nomor satu di lungkungan Korem Bhaskarajaya Surabaya. Pertanyaan warga atas tingginya harga beras di Gresik, tak bisa disalahkan.
"Kan, berita di koran-koran, medsos petani di Gresik panen raya. Pak Danrem pun hadir. Hasil panennya dua kali lipat, tapi harga beras kok mahal. Apa itu maksudnya panen raya uamg diekspos besar-besae tapi, warga menjerit harga beras mahal," tanya Mila (51), warga Tlogopojok, Gresik yang mengaku resah terkait mahalnya harga beras di Gresik, Kamis (18/1/2018).
Senada dengan Mila, Rohim (44), warga Lumpur juga mengaku terbebani tingginya harga beras. Apa lagi ia sudah dua pekan ini tidak bisa turun melaut menangkap ikan, sehingga pemasukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak ada.
Karena itu, Rohim yang sehari-hari berprofesi nelayan mendesak pemerintah daerah untuk bersikap sehingga harga beras kembali normal. "Untuk apa ekspos besar-besaran panen raya padi kalau harga beras juga mahal. Wong ekspose di media yang prioritas, tapi penderitaan warga diabaikan," tandasnya.
Sementara itu, Ismail, seorang pedagang beras di Jalan Gubernur Suryo mengatakan, penyebab harga naik adalah stok beras di tingkat petani yang semakin menipis, karena hasil panen berkurang akibat pengaruh musim penghujan banyak padi yang rusak.
Di tempatnys saja, misalnya, harga beras mengalami kenaikan rata-rata Rp 200 per kilogram. Untuk beras kualitas premium saat ini dibandrol Rp 11.000 - 12.000 per kilogram, padahal hanya Rp 10.000 per kilogram adapun beras kualitas medium dijual dengan harga Rp 10.700 per kilogram dari harga sebelumnya hanya Rp 9.500 per kilogram.
Menurut Ismail, pedagang mengaku jatah dari distributor dikurangai yang biasanya sekali mendatangkan untuk satu jenis beras hingga 30 karung beras, saat ini hanya di kirim 15 karung beras.
"Kenaikan harga beras ini dimungkinkan bisa terjadi hingga tiga bulan ke depan, mengingat saat ini masih memasuki musim tanam padi dan panen raya baru terjadi," kata Ismail, Kamis (18/1/2018).
Naiknya harga beras membuat masyarakat merasa gelisah dan terbebani sebab mereka harus melakukan penghematan. Setiowati, salah satu ibu rumah tangga pun harus lebih selektif membelanjakan uang belanja dan membeli keperluan yang lebih penting.
Warga berharap pemerintah segera ambil tindakan untuk menstabilkan harga beras, supaya tidak membebani. Mis
Editor : Redaksi