Video dugaan pelecehan seksual di National Hospital Surabaya menjadi viral. Video itu berdurasi 52 detik. Dari pengamatan Surabaya Pagi, di dalam video itu terlihat seorang pasien wanita yang duduk diatas ranjang pasien sambil menangis. Sementara tangannya masih terkait dengan jarum infus.
Wanita berambut lurus itu menangis sambil berkata bahwa dia telah dilecehkan oleh pria yang ada di depannya. Pria itu, diketahui perawat rumah sakit tersebut.
Selain pasien wanita dan pria perawat tadi, nampak juga seorang pegawai rumah sakit lainnya serta keluarga si pasien. Sambil menangis, pasien wanita itu memaksa seorang pria terduga pelaku pelecehan seksual untuk mengakui perbuatannya. "Kamu ngaku dulu apa yang kamu perbuat," kata pasien wanita itu.
Pria perawat itu pun menjawab ; 'Saya khilaf'. "Saya minta maaf," sambung pria perawat itu seraya menundukkan kepalanya.
Nah, setelah perawat pria itu mengaku, seorang pegawai rumah sakit perempuan yang berdiri di samping perawat pria tadi mencoba menanyakan dan menegaskan kembali apa yang dikatakan perawat pria tadi. Dan si perawat pria tadi kembali mengakui perbuatannya (melecehkan pasien) tadi.
Sesaat kemudian, si pria perawat tadi langsung menyalami si pasien wanita tadi. Tak hanya itu, dia juga menyalami orang yang diduga perekam video viral tersebut. Kemudian, si perawat pria tadi juga menyalami sejumlah kerabat pasien wanita.
Dalam video itu juga dikatakan si pasien wanita, bahwa akibat perbuatan di perawat tadi, dia sampai tidak bisa tidur dan makan. "Saya merasa terhina," aku pasien wanita sambil terus terisak.
Suasana National Hospital
Setelah mendapat informasi video viral itu, Surabaya Pagi langsung menuju lokasi kejadian. Sekitar pukul 10.00 Wib, ada tiga anggota PPA Polrestabes Surabaya yang dipimpin satu perwira. Mereka langsung masuk menuju ruang manajemen Rumah Sakit National Hospital. Sementara para awak media hanya bisa meliput dari ruang tunggu.
Dari pantauan di lokasi hingga semalam (25/1/2018), aktivitas rumah sakit ini tetap berjalan normal. Terlihat lalu lalang pasien, pegawai rumah sakit hingga keluarga pasien yang keluar masuk rumah sakit. Bahkan tidak ada desas desus apapun yang keluar dari para penunggu pasien tentang video viral tersebut.
Informasi yang diperoleh Surabaya Pagi di sana. Tim PPA tersebut langsung memeriksa kamar pasien wanita yang diduga menjadi korban pelecehan seksual. Kamar perawatan pasien wanita itu diinformasikan berada di lantai 5 rumah sakit. Sementara TKP tempat pelecehan itu, berada di lantai 3. Lantai 3 ini diketahui merupakan tempat operasi pasien wanita tersebut.
Reaksi Keras DPRD
Kasus pelecehan seksual terhadap pasien ini, direspons keras anggota DPRD Surabaya. Wakil Ketua Komisi D H Junaedi meminta Dinas Kesehatan Kota Surabaya menegur manajemen National Hospital. “Jelas itu menyalahi kode etik yang dilakukan oleh perawat dan harus ada sanksi tegas,” ujarnya.
Menurut politisi Partai Demokrat ini, karena ini kejadian ini berkaitan dengan pelayanan pasien, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya tidak boleh apriori. Apalagi, Dinkes selaku pemberi ijin operasional dan Pembina rumah sakit di Surabaya. “Dinas Kesehatan Kota Surabaya selaku pemberi ijin operasional segera mengusut secara tuntas ke pihak rumah sakit itu, karena itu merupakan bagian dari pembinaan,” terangnya.
Karena itu, Junaedi mendesak Dinas Kesehatan segera memanggil pihak manajemen rumah sakit tersebut. “Ini kan terkait pelayanan dan kenyamanan pasien, harus mendapatkan perlindungan. Jangan sampai insiden ini terulang di rumah sakit manapun di Kota Surabaya,” tutupnya. n bkr/alq
Editor : Redaksi