UANG - Indeks S & P Terburuk Sejak Awal 2016

surabayapagi.com
SURABAYA PAGI, New York - Seperti dilansir Reuters, Kamis (1/3) S & P 500 menjauh dari performa apik dalam 10 bulan beruntun, untuk menjadi yang terpanjang sejak Maret 1958 silam. Namun komentar Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang baru menjabat menimbulkan kembali kecemasan tentang kenaikan suku bunga dengan penuh ketidakpastian. Wall Street turun tajam pada akhir perdagangan Rabu kemarin waktu setempat, terseret oleh kekhawatiran atas kenaikan suku bunga. Pelamahan bursa saham Amerika Serikat (AS) terjadi ketika indeks S & P 500 mencetak kinerja terburuk sejak Januari 2016. "Investor masih berusaha untuk mencerna, apakah The Fed bakal segera menaikkan suku bunga acuan atau pada akhir tahun. Ditambah Powell telah memberikan hawkish," ujar Wakil Presiden Senior BB&T Wealth Management yakni Hellwig Bucky di Birmingham, Alabama. Saham sektor energi tercatat turun saat harga minyak CLc1 merosot cukup dalam. Sedangkan SPX, ditutup meningkat mencapai sebesar 1.26 di level 19,85 untuk mendekati posisi tertinggi dalam seminggu. Dow Jones Industrial Average (DJI) jatuh 380,83 poin atau 1,5% pada level 25.029,2 dan S & P 500 kehilangan 30,45 poin yang setara dengan 1,11% menjadi 2.713,83. Sedangkan komposit Nasdaq jatuh hingga 57,35 poin atau 0,78% di posisi 7.273,01. Bulan lalu For the month, Dow kehilangan 4,3�n S & P 500 jatuh 3,9%. Sedangkan Nasdaq tergelinciri 1,9% untuk menjadi pelemahan dengan persentase bulanan terbesar sejak Oktober 2016.ny/04

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru