SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Fenomena luapan air laut yang berada di Surabaya mengakibatkan arus lalu lintas sempat lumpuh total dan kepadatan kendaraan mengular hingga jalur penghubung di sekitarnya. Pasalnya, akibat luapan air laut tersebut mengakibatkan banjir rob yang merendam kawasan Jalan Margomulyo
Meski hari ini banjir terpantau mulai surut, namun arus lalu lintas dari arah Jalan Tandes Lor masih terpantau padat. Di tengah situasi itu, tampak beberapa orang justru mengarahkan pengendara untuk lawan arah sebelum benar-benar terjebak dalam kemacetan. Sehingga, saat memasuki Jalan Margomulyo, kondisi semakin parah di mana kendaraan roda dua nyaris tidak bisa bergerak, sebab peningkatan volume kendaraan.
Sementara itu, bagi pengendara yang sudah terlanjur masuk ke jalur utama, diimbau untuk melanjutkan perjalanan dengan sabar. Pasalnya, kemacetan parah terjadi mulai dari exit tol yang mengarah ke Kalianak. Ia meminta pengendara yang belum mengarah ke lokasi tersebut untuk segera mengambil rute alternatif. "Iya kemacetan exit tol mengarah ke Kalianak dampak dari volume dan curah hujan tinggi, serta banjir rob," ujar Kanit PJR Jatim 3, AKP Imam SR, Kamis (23/04/2026).
Lebih lanjut, Imam juga menekankan pentingnya kerja sama pengendara di lapangan agar situasi tidak semakin semrawut sembari memberikan himbauan. Mengingat ketinggian genangan air di titik terparah juga dilaporkan sempat mencapai 25 hingga 50 cm. Hal ini membuat aktivitas di kawasan industri Margomulyo lumpuh sementara.
"Kita imbau untuk hindari jalur arah Margomulyo. Jika lewat tol, bisa alternatif turun di Romokalisari. Kalau lewat jalan arteri, bisa melalui Tambak Mayor, Tanjung Sari, Tandes, atau Pakal. Namun apabila memaksa lewat Margomulyo mohon bersabar, ikuti arahan petugas di lapangan," lanjutnya.
Diketahui, selain di Margomulyo, beberapa kawasan di Surabaya seperti Jalan Kalimas serta daerah pesisir lainnya hari ini juga terendam oleh rob. Sehingga fenomena banjir rob ini dipicu oleh beberapa faktor alam. "Adanya fase bulan baru dan perigee yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Sehingga aktivitas-aktivitas bongkar muat, tambak garam, dan perikanan darat berpotensi terhambat," ungkapnya. sb-02/dsy
Editor : Redaksi