Wall Street Bervariasi Antisipasi Perang Dagang

surabayapagi.com
SURABAYA PAGI - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup bervariasi pada pekan lalu. Indeks S&P 500 berhasil mengalami kenaikan, namun indeks utama tetap membukukan kerugian terburuk sejak awal Februari, karena ancaman Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif impor pada investor baja dan aluminium. Seperti dilansir Reuters, Senin (5/3), indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 70,92 poin atau 0,29% menjadi 24.538,06. Sementara indeks S&P 500 (SPX) menguat 13,58 poin atau 0,51% menjadi 2.691,25 dan Nasdaq Composite (IXIC) bertambah 77,31 poin atau 1,08% menjadi 7.257,87. Selama pekan lalu, indeks S&P 500 turun 2% sementara Dow turun 3�n Nasdaq turun 1%. Wall Street pun tercatat mengalami kenaikan dalam dua minggu sebelumnya akibat aksi jual di awal Februari yang mulai mereda. Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengenakan tarif 25% untuk impor baja dan 10% aluminium tanpa pengecualian untuk negara manapun. Ini memicu selloff di pasar yang telah mengalami kenaikan karena prediksi meningkatnya suku bunga AS dan imbal hasil obligasi. Bahkan dengan nada menantang, Trump mengatakan jika terjadi perang dagang negaranya akan dengan mudah menang. Phil Orlando, Kepala Strategi Ekuitas di Federated Investor New York mengatakan, pengumuman Trump dibuat untuk menarik perhatian semua orang terhadap defisit perdagangan AS. "Bagi pria real estat seperti itu, Anda memukul podium, Anda membuat beberapa pedang, Anda menarik perhatian semua orang dan kemudian Anda menegosiasikan kembali ke titik tengah yang masuk akal," tutur dia. Orlando mengatakan, kenaikan tarif bisa meredam keuntungan untuk segala hal. Mulai dari pembuat mobil hingga perusahaan bir dan menghasilkan harga konsumen yang lebih tinggi.was

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru