Daendels Pindahkan Ibu Kota Hindia Belanda ke Surabaya

surabayapagi.com
SURABAYA PAGI, Surabaya - Sejarawan Universitas Airlangga (Unair) Purnawan Basundoro mengakui bahwa Daendels sering mengunjungi Surabaya. Meskipun saat menginjakkan kaki pertamanya di Hindia Belanda adalah di Kota Batavia (Jakarta) dan memindahkan pusat pemerintahan di Buitenzorg (Bogor). Herman Willem Daendels ternyata betah tinggal di Surabaya, Jawa Timur. Entah lantaran letaknya yang strategis ataukah suasananya. Pastinya, gubernur jenderal tersebut sempat berencana memindahkan ibu kota Hindia Belanda ke Surabaya. "Ya (Daendels) mendarat di Batavia dulu, terus intens ke Surabaya," ucap Purnawan,(14/03). Keinginan menjadikan Surabaya sebagai ibu kota, lanjutnya, membuat Daendels serius membangunnya. Menurut catatan beberapa sejarawan yang lain, gubernur jenderal kelahiran Hattem, Belanda, tersebut sempat merenovasi Gedung Negara Grahadi, pada 1810. Disebutkan pula, Daendels menginginkan rumah kebun di selatan Surabaya itu menjadi sebuah istana.Meski begitu sang pemimpin Hindia Belanda tidak sempat tinggal di Grahadi. "Saya rasa tidak sampai tempati Grahadi itu," ungkapnya. Untuk diketahui, Daendels hanya bertugas di Hindia Belanda selama tiga tahun, yaitu mulai 1808-1811. Tak ada yang menyebutkan alasan pastinya Daendels ingin memindahkan pusat pemerintahan Jawa di Surabaya. Tapi beberapa literatur mengungkapkan, sejak pertama dia menginjakkan kaki di Batavia, kota tersebut dinilai tidak sehat. Itulah mengapa dia membuat Jalan Raya Pos, agar memudahkan mobilisasi pasukan. Selain juga mendirikan pusat militer di beberapa kota, seperti Surabaya, Semarang, dan Batavia. Ada pabrik senjata, sekolah militer, dan benteng. Daendels pun memperbanyak pasukan dengan merekut orang pribumi.sby

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru