Gempa Ancam Surabaya

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pakar Kebumian dan bencana dari Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) Dr Amien Widodo kembali mengingatkan Pemkot Surabaya akan bahaya gempa yang mengancam Kota Pahlawan. Pernyataan tersebut diungkapkan dalam pembahasan Pansus Raperda Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) DPRD ( Dewan Perwakilan Rakyat Daerag ) Kota Surabaya. Menurut Amien, ancaman gempa tersebut nyata. Pasalnya, Kota Surabaya dilalui oleh dua sesar aktif. “Sesar ini adalah sesar Surabaya dan sesar Waru. Keduanya ini berpotensi untuk menimbulkan gempa besar. Sampai dengan angka 6,” ungkapnya, Senin (27/3). Kondisi tanah di Surabaya, menurut Amien juga memiliki potensi untuk turut memperbesar amplitudo gempa yang terjadi. "Salah satu buktinya bisa dilihat dari retaknya Jalan Mayjen Sungkono. Padahal itu jalan beton. Tapi tentu fenomena ini masih kita kaji lebih lanjut," jelasnya. "Tes pengeboran akan kami lakukan di beberapa tempat di Surabaya untuk melakukan uji terkait bahaya gempa tersebut," tambah Amien. Untuk itu, pria bergelar Doktor tersebut pun meminta agar Pemkot segera melakukan beberapa langkah preventive dalam menghadapi bencana tersebut. "Karena biasanya yang terdampak gempa paling parah itu adalah bangunan-bangunan kuno. Sementara di Surabaya ini ada banyak yang seperti itu," tegas Amien. "Di sisi lain, waspada itu juga harus senantiasa dilakukan. Karena meskipun kajian bahayanya ada dan nyata, tapi kapan pastinya terjadi ini tidak bisa diprediksi," pungkasnya. Sementara Anggota Pansus OPD DPRD Kota Surabaya Sugito mengatakan hal itu harus dilakukan penelitian lebih lanjut, karena penanganan bencana ini harus di antisipasi. “Itu nanti sebenernya butuh penelitian lebih lanjut. Tapi di sisi lain edukasi total terkait penanganan bencana itu memang diperluka,” ungkap Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Ini. Sugito melanjutkan, di luar Negeri sudah ada anak-anak yang sudah dilatih untuk mengantisipasi dan penangan gempa ini. “Di luar negeri, ini anak-anak sudah dilatih untuk itu,” tambah Sugito. Alq

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru