SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Mengusung huruf E yang mewakili kata elektronik pada namanya, esport tetap dinilai sejumlah pihak sebagai aktivitas yang membutuhkan stamina. Karenanya, penggiat ranah ini juga diharuskan untuk menjaga kebugaran mereka.
"Esport butuh konsentrasi yang banyak, butuh oksigen, dan lain-lain. Karenanya sangat disarankan untuk olahraga, karena bikin sehat dan bisa menjaga konsentrasi dalam jangka waktu panjang," ujar Ketua IESPA Indonesia Eddy Lim.
Hal ini juga diamini oleh XCN Akademik Indonesia Andrew Joseph Bali, yang juga menyebut bahwa atlet esport serupa atlet cabang olahraga lain. Sebab, lanjut Andrew, umumnya atlet esport berlatih selama 6-10 jam.
Selain olahraga, atlet esport juga disebut Andrew harus menjaga kondisi tubuh dengan tidak mengorbankan jam tidur demi berlatih. Sebab menurutnya, kurang tidur dapat menurunkan tingkat konsentrasi dan dapat menurunkan kesehatan mata, yang sangat dibutuhkan di esport.
Disinggung soal keuntungan menjadi atlet esport yang sering kali dipandang sebelah mata oleh masyarakat umum, Eddy menyebut menjadi atlet esport juga dapat menambah pengetahuan pelakunya dalam hal teknologi.
Sebab atlet esport secara tidak langsung diharuskan untuk memperhatikan teknologi yang terlibat dalam perkembangan esport. Selain itu, teknologi juga menjadi salah satu hal yang berperan dalam mendukung prestasi atlet esport
Editor : Redaksi