Sungguh miris dan mengenaskan nasib kakek Kastumin (70). Di usia senjanya, dia harus hidup sebatangkara. Dan ajalpun menjemputnya dengan cara tak biasa. Kastumin tewas dengan kondisi tubuh gosong dan nyaris tak dikenali karena terbakar dalam rumah.
Firman Rachmanudin
Sebuah rumah di jalan Kedinding Tengah IIIB/ 12 Surabaya ludes terbakar. Kebakaran itu terjadi Jumat (9/8) subuh. Seorang pria baya meninggal dunia dalam kejadian itu.
Korban tewas itu adalah pemilik rumah bernama, Kastumin (70), warga Jalan Kedinding Tengah IIIB/12 Kenjeran Surabaya.
Kapolres Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, kejadian kebakaran ini antara jam 04.00 WIB hingga 04.30 WIB.
Korban meninggal setelah tidak tertolong lantaran kondisi fisiknya yang sudah melemah.
" Keterangan tetangga sebelah kiri dan seorang ponakan korban menjelaskan bahwa korban ini sudah hidup sebatang kara dan kemudian disuplai makanan dari Dinas Sosial Kota Surabaya dan para tetangganya. Korban juga sudah tua, jalannya agak susah dan matanya sudah rabun," kata Antonius Agus, Jumat (9/8).
Selain itu, petugas juga mengumpulkan keterangan lain dan didapat jika bekas bungkus makanan itu tidak dibuang keluar rumah melainkan dikumpulkannya di dalam.
"Karena hampir setiap hari gantian memberi makan selain dari Dinas Sosial dan tetangga, akhirnya bungkusnya menumpuk dalam rumah. Sampah itu kemudian diduga dibakar oleh korban sendiri di dalam rumahnya," lanjutnya.
Selain itu, didapat informasi jika kebakaran di dalam rumah Kastumin sudah terjadi sebanyak tiga kali dalam kurun waktu sebulan.
"Pada saat kejadian yang kali ini yakni ketiga, karena subuh namum saat kejadian masih ada tetangga yang datang untuk menolong karena teriakan korban. Namun api yang besar membuat kewalahan proses evakuasi," lanjut Agus.
Api baru bisa padam sekitar pukul 04.00 WIB ketika unit PMK kota Surabaya diterjunkan ke lokasi. Namun usai padam, diketahui Kastumin sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Atap rumah yang terbuat dari kayu juga ludes tak bersisa.
Editor : Redaksi