Pemulung di Thailand Temukan Muntahan Paus Senilai Lebih dari 9M

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, -Bak ketiban durian runtuh. Mungkin ungkapan itu ungkapan yang tepat ditujukan pada seorang pemulung di Thailand. Seorang pemulung bernama Surachet Chanchu asal provinsi Songkhla, Thailand menemukan bongkahan batu yang diduga bernilai tinggi saat mencari sampah untuk didaur ulang di pinggir pantai Songkhla, Thailand Selatan. Saat di periksa, ia terkejut karena batu tersebut mirip dengan ambergris yang terkenal akan harganya yang tinggi di pasaran. Sekedar informasi, ambergris merupakan ‘muntahan’ hasil sekresi dari saluran pencernaan paus sperma. Benda tersebut memiliki wujud padat, lilin dan mudah terbakar. Umumnya ambergris digunakan sebagai pengawet parfum dengan harga yang fantastis. Ambergris dengan kualitas terbaik dapat terjual dengan harga 14.500 pundtserling atau sekitar Rp 265,2 juta untuk 0,45 kg. sedangkan batu yang mirip ambergris milik Surachet memiliki berat 16,87 kg yang jika dikalkulasikan harganya dapat mencapai Rp 9,1 miliar, jika terbukti batu itu ambergris berkualitas tinggi. Mengetahui hal itu, Surachet kemudian membawa pulang bongkahan tersebut ke rumahnya dan memanggil beberapa temannya untuk turut menguji keaslian ambergris dengan cara menyalakan api menggunakan korek api. Setelah dicoba, beberapa bagian bongkahan tersebut meleleh dan mengeluarkan aroma yang harum. Hal tersebut menjadi pertanda bahwa bongkahan itu kemungkinan adalah ambergris yang bernilai mahal. Meskipun demikian, Surachet mengaku saat ini ia tengah menunggu peneliti untuk memeriksa temuannya tersebut. “Saya pikir itu terlihat seperti muntahan paus, tetapi saya membutuhkan seseorang yang tahu itu untuk turun dan memeriksanya, tetapi saya tidak tahu siapa yang harus saya hubungi juga,” ujar Surachet. Ambergis diketahui memiliki aroma yang manis, membekas, dengan perpaduan lembut aroma laut, lumut, dan tembakau. Namun, ketika ambergis dalam keadaan segar, benda tersebut mengeluarkan bau tidak sedap, menyerupai bau kotoran kuda. Ketika ambergis terombang-ambing di permukaan laut dalam kurun waktu bertahun-tahun, bau busuk tersebut akan hilang dan memberikan aroma khas "amber" yang wangi. Saat terombang-ambing di lautan, ambergis kemudian membeku di lautan dan matang selama bertahun-tahun.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru