Surabaya Tertinggi, Positif Covid-19 di Jatim Alami Kenaikan 58 Pasien

surabayapagi.com
Surabaya Pagi, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan update terkait kasus Covid-19 dimana pasien positif di Jatim terhitung hari ini mengalami penambahan signifikan sebanyak 58 orang hingga totalnya menjadi 1220.
 
Untuk kasus baru yang berjumlah 58 orang masing-masing 1 orang dari Kota Batu, Lumajang, Nganjuk, Banyuwangi, Kota Madiun, Lamongan, Jember, dan Bondowoso. Lalu masing-masing 2 dari Bangkalan, Kota Mojokerto, Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri. Kemudian 3 dari Kabupaten Madiun, 5 dari Ngawi, 6 dari Gresik, 11 dari Sidoarjo dan 17 dari Surabaya.
 
Pasien PDP yang bertambah menjadi 3645 dan 1717 orang tengah diawasi atau setara 47,11 persen. Sebaliknya untuk  ODP dari angka 20.401 kini menjadi 20.608 dan 5086 oarang dipantau atau setara dengan 26,68 persen.
 
Dalam jumpa pers di gedung Negara Grahadi Surabaya, Gubernur Khofifah menyampaikan ucapan trimakasih pada tim kuratif dibawah koorinasi dr. Jony Wahyuhadi, karena hari ini ada yang berhasil disembuhkan seteah dilakukan tindakan medis yaitu 2 kabupaten Malang, 2 kabupaten Mojokerto dan 3 dari Surabaya.
 
Namun Khofifah juga ikut berduka tas meninggalnya beberapa orang akibat Covid-19. Mereka yang meninggal ada 9 orang masing-masing 1 dari Bangkalan, Sidoarjo, dan Gresik. Lalu 2 Kabupaten Malang dan 4 dari Surabaya. Total meninggal 132 atau setara 10,82 persen.
 
Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo mengatakan dalam PSBB di 2 hari ini yakni tanggal 5 Mei ada 326 kendaraan harus putar balik dan tanggal 6 Mei 362 kendaraan putar balik.
 
“Rata-rata kendaraan yang terpaksa putar balik didominasi kendaraan pribadi dan itu kami dapatkan di 8 titik perbatasan dengan Jawa Tengah dan Bali,” kata Trunoyudo.
 
Trunoyudo juga menjelaskan ada penindakan terhadap pelanggar saat PSBB yakni pada tanggal 5 Mei ada 379 pelanggaran dan pada 6 Mei ada 342 pelanggaran. “Total pelanggaran dari sejak PSBB diberlakukan sejak tanggal 28 April lalu hingga 6 Mei ada 14.701 kasus. Kita butuh kesadaran masyarakat tetap harus stay at home untuk memutus mata rantai Covid-19,” pungkas Trunoyudo. Byob

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru