SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence menjalani isolasi mandiri setelah juru bicaranya, Katie Miller, dinyatakan positif virus Corona (COVID-19). Meskipun berulang kali dinyatakan negatif virus Corona, Pence berupaya menjaga jarak dari orang lain sebagai langkah antisipasi.
Seperti dilansir Associated Press, Senin (11/5/2020), seorang pejabat pemerintahan AS menyatakan bahwa Pence secara sukarela menjaga jarak dari orang lain, yang sejalan dengan panduan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
Baca juga: Tren Covid-19 Naik, Tapi tak Timbulkan Kematian
"Wakil Presiden Pence akan terus mematuhi saran dari Unit Medis Gedung Putih dan tidak dalam karantina," sebut juru bicara Pence lainnya, Devin O'Malley.
Tapi sumber Bloomberg menyebutkan, Pence telah dites dan negatif untuk infeksi virus corona pada Minggu. Pence dan Trump telah diuji secara teratur.
Pence tinggal di rumahnya di Observatorium Angkatan Laut AS, Washington. Sebelumnya juru Bicara Pence, Katie Miller, dinyatakan positif mengidap virus corona pada Jumat (8/5/2020).
Miller adalah juru bicara utama untuk gugus tugas virus corona Gedung Putih, yang dipimpin Pence dan yang terakhir bertemu pada Kamis.
Baca juga: Covid-19 di Indonesia Naik, Ayo Masker Lagi
Pence diketahui berada di kediamannya sejak kembali ke Washington, usai melakukan kunjungan ke Iowa pada Jumat (7/5) lalu. Disebutkan bahwa Pence mendapat kabar soal jubirnya yang positif virus Corona sesaat setelah terbang ke Iowa. Pence tidak ikut hadir dalam rapat yang digelar Presiden AS Donald Trump dengan jajaran pejabat tinggi militer AS di Gedung Putih pada Sabtu (8/5) waktu setempat.
Seorang pejabat AS awalnya menyatakan Pence berencana bekerja dari rumah, namun belakangan diklarifikasi bahwa Pence akan tetap bekerja di Gedung Putih pada Senin (11/5) waktu setempat. Tidak diketahui secara jelas bagaimana langkah-langkah Pence untuk melakukan isolasi mandiri ini berdampak pada aktivitas publik dan tugasnya sebagai Wapres AS.
Jubir Pence yang dinyatakan positif Corona pada Jumat (7/5) lalu, menjadi staf Gedung Putih kedua yang terinfeksi dalam sepekan. Seorang anggota militer AS yang menjadi 'personal valet' untuk Trump dinyatakan positif Corona pada Kamis (6/5) waktu setempat.
Baca juga: Dokter Paru Mereaksi Jokowi Soal Endemi
Akhir pekan ini, tiga pejabat tinggi kesehatan AS yang menjadi anggota gugus tugas mengumumkan akan mengambil langkah-langkah isolasi.
Kepala Administrasi Makanan dan Obat-obatan dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan, akan karantina mandiri. (ap/dc/trb/cr-03/dsy)
Editor : Redaksi