SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Sejak adanya pandemi covid-19, Pantai Wisata Lombang di Kabupaten Sumenep Jawa Timur ditutup. Padahal, banyak pengunjung yang berdatangan, namun oleh petugas tidak diperbolehkan masuk. Hal ini dilakukan untuk mematuhi protokol kesehatan.
Sementara itu, akibat ditutupnya Pantai Wisata Lombang, masyarakat sekitar kehilangan pekerjaan. “Pasalnya, penduduk setempat bermata pencaharian sebagai pedagang di wilayah wisata dan ada yang menjadi tukang parkir,” ujar Kepala Desa Lombang Hendry kepada Surabaya Pagi (27/07).
Baca juga: Tekan Kasus Penyakit TBC, Pemkab Sumenep Gencarkan Promosi Kesehatan di 27 Kecamatan
“Namun, kesejahteraan masyarakat Lombang terbantu karna di pekerjakan di salah satu PT. Tambak yang ada di Desa Lombang. Sementara pengelolaan Tambak Udang tersebut pun di kelola oleh PT. Jadi desa memiliki CSR dari PT yang diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu setiap panen,” papar Hendry.
“Sejak PT ingin menggarap Tambak Udang di Desa lombang, sempat ada perjanjian antara pihak investor dengan Bapak saya waktu itu. Dalam perjanjiannya, Pihak PT. akan lebih mengutamakan warga Desa lombang dalam pengelolaan Tambak,” imbuhnya.
Baca juga: Mengandung Gas dan Berpotensi Ledakan, Pemkab Setop Pengeboran Sumur di Sumenep
Hingga saat ini, masyarakat lombang yang bekerja kepada PT. kurang lebih 40 orang. “Itu pun kalau masih ada pasti diutamakan warga Desa Lombang, hanya saja, masyarakat Lombang sudah banyak yang memiliki usaha sendiri, jadi tidak tergantung kepada PT,” ungkapnya.
Bahkan lanjut Hendry, pendapatan yang di miliki PT di dalam perpetak setiap 3 bulan sekali biasanya mencapai 7 ton sampai 8 ton. Hal ini dikarenakan cuaca buruk seperti saat ini. “Jadi pendapatannya perpanen terkadang hanya 6 ton, milik saya saja yang biasanya dapat 6 ton kemarin panen hanya dapat 3 ton,” kilahnya.
Baca juga: Hidupkan Ekonomi Warga, Pemkab Sumenep Bentuk Tim Khusus Pembinaan Koperasi
Oleh karena itu, Kepala Desa Lombang berharap agar Pemerintah Kabupaten Sumenep, secepatnya membuka wisata pantai lombang sehingga masyarakat dapat kembali berjalan lancar. Sebab mereka berpenghasilan dari berjualan dan parkir, selain itu juga berjualan bonsai bagi wisatawan yang datang. “Jadi kalau tidak dibuka mereka tak memiliki penghasilan apa-apa,” pungkasnya.ar
Editor : Moch Ilham