SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pasokan gas elpiji 3 kilogram di Jombang, Jawa Timur sulit diperoleh di tingkatan retail maupun pedagang eceran. Pasalnya, pasokan elpiji 3 kiligram semakin berkurang.
Seperti halnya retail milik Rio Febrian Lestianto (41), warga RT 11/RW 3 Dusun/Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Normalnya, dalam 1 minggu elpiji 3 kilogram dikirim tiga kali.
"Sudah satu bulan ini dari distributor saya, volume dikurangi. Biasanya penuh 150 tabung, dikurangi menjadi 30 tabung per pengiriman," kata Rio, kepada jurnalis di rumahnya, Selasa (08/9/2020).
Alasan dijurangi, papar Rio, pihak distributor juga dikurangi dari deponya. Sehingga agen-agennya juga mengurangi karena harus dibagi-bagi.
"Dan untuk saat ini stok saya kosong. Sudah tiga hari ini. Padahal banyak permintaan, sehingga saya ndak bisa melayani pelanggan," paparnya.
Menurut keterangan Rio, biasanya elpiji 3 kilogram dikirim dua hari sekali. Dengan pengurangan ini, maka ia pun membagi. Biasanya toko minta 10 tabung, maka hanya dikirim 5 tabung.
"Jadi ya kita bagi-bagi. Tapi akhirnya ya ada juga toko yang gak kebagian. Dan untuk harga sampai pengecer tetap di area Diwek, tidak ada kenaikan," tukasnya.
Sementara itu, pedagang pengecer milik Fery Zakaria (30), warga Sambong Santren GG III, RT/RW 01/02, Sambong Dukuh, Kecamatan Jombang, juga mengalami kesulitan untuk pasokan gas elpiji 3 kilogrm.
Fery mengungkapkan, bahwa tokonya sulit mendapat pasokan elpiji 3 kilogram sudah 3 - 4 hari yang lalu. Tokonya yang biasa dikirim elpiji 3 kilogram sebanyak 30 tabung, kini hanya 10 tabung.
"Alasan pasokan berkurang saya sih kurang tahu ya. Yang jelas, dampaknya itu konsumen banyak yang mengeluh akibat sering terlambat," pungkasnya.(suf)
Editor : Redaksi