SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Karakter pemimpin sekarang harus lebih terbuka, kreatif, dan mampu melibatkan partisipasi masyarakat. Itu penting untuk dimiliki agar mempunyai karakter.
Baca juga: Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia
Sebenarnya anak muda atau generasi milenial di Kota Surabaya perlu untuk dilibatkan dalam setiap proses perancangan sebuah kebijakan karena mempunyai potensi akan hal itu.
Karena mereka semua, anak muda Surabaya punya potensi lho.
Misalnya, Surabaya mempunyai karakter kuat di sisi kultur sejarah. Namun jika dilihat dari prespektif birokratif / umum, kawasan wisata di Kota Surabaya ini masih dianggap konsepnya kuno dan penikmatnya pun kalangan tua.
Nah sekarang bagaimana caranya kawasan sejarah ini mampu bercerita dengan konteks kekinian, yaitu dengan melibatkan anak muda saat membuat konsepnya.
Baca juga: Bikin Viral, Desain Rumah 2 Lantai Setipis Tisu Tak Lazim di Tengah Kota Surabaya
Contoh lainnya seperti saat adanya pagelaran seni yang diadakan saat pembukaan alun-alun Balai Kota Surabaya beberapa waktu lalu. Dirinya hanya melihat anak muda disana hanya dilibatkan sebagai penampil saja.
Sejauh ini belum ada partisipasi dari anak muda dalam membuat sebuah konsep atau kebijakan, yang ada hanya dibikinkan panggung, tampil, dibayar, dan pulang. Harusnya juga diajak diskusi untuk memikirkan konsep juga. adt
Baca juga: Tetap Hidup Bersama Panasnya Surabaya, Kisah Teknisi AC Berjuang di Tengah Kondisi Ekonomi Sekarang
Kuncarsono Prasetyo kepada wartawan Surabaya Pagi, Aditya Putra, Kamis (10/9/2020).
Editor : Redaksi