SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Karakter pemimpin sekarang harus lebih terbuka, kreatif, dan mampu melibatkan partisipasi masyarakat. Itu penting untuk dimiliki agar mempunyai karakter.
Baca juga: Puluhan Masa Yayasan Masjid Rahmat Surabaya Tuntut Pengembalian Tanah Wakaf di Pandigiling
Sebenarnya anak muda atau generasi milenial di Kota Surabaya perlu untuk dilibatkan dalam setiap proses perancangan sebuah kebijakan karena mempunyai potensi akan hal itu.
Karena mereka semua, anak muda Surabaya punya potensi lho.
Misalnya, Surabaya mempunyai karakter kuat di sisi kultur sejarah. Namun jika dilihat dari prespektif birokratif / umum, kawasan wisata di Kota Surabaya ini masih dianggap konsepnya kuno dan penikmatnya pun kalangan tua.
Nah sekarang bagaimana caranya kawasan sejarah ini mampu bercerita dengan konteks kekinian, yaitu dengan melibatkan anak muda saat membuat konsepnya.
Baca juga: Cari Figur Berintegritas, Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Calon Pimpinan BAZNAS Periode 2026–2031
Contoh lainnya seperti saat adanya pagelaran seni yang diadakan saat pembukaan alun-alun Balai Kota Surabaya beberapa waktu lalu. Dirinya hanya melihat anak muda disana hanya dilibatkan sebagai penampil saja.
Sejauh ini belum ada partisipasi dari anak muda dalam membuat sebuah konsep atau kebijakan, yang ada hanya dibikinkan panggung, tampil, dibayar, dan pulang. Harusnya juga diajak diskusi untuk memikirkan konsep juga. adt
Baca juga: 2.000 Unit RTLH di Surabaya Terima Manfaat Bantuan Program BSPS 2026
Kuncarsono Prasetyo kepada wartawan Surabaya Pagi, Aditya Putra, Kamis (10/9/2020).
Editor : Redaksi