Pianis Kondang Ananda Sukarlan Gelar Konser Virtual di Bajangratu

surabayapagi.com
Maestro komponis dan pianis Ananda Sukarlan saat memainkan Grand Piano buatan Indonesia yang mendapatkan rekor MURI di kawasan Percandian Bajangratu. SP/ Dwy

Baca juga: Musrenbang Kecamatan Magersari jadi Pembuka Perencanaan Pembangunan Kota Mojokerto 2027 di Tingkat Kecamatan

SURABAYA PAGI.com, Mojokerto - Maestro komponis dan pianis ternama Indonesia, Ananda Sukarlan menggelar konser virtual di pelataran Candi Bajangratu, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Sabtu(3/10/2020) siang. Pianis berusia 52 tahun ini menggelar konser epik budaya dengan menyajikan karya terkenalnya Rapsodia Nusantara Nomor 1-21. Tak hanya itu, ia juga memakai piano pertama buatan anak negeri berjuluk "Sjuman+Renanda SR1928 The Awakening Concert Grand Piano”. "Ini konser keliling kita yang kedua kali. Pertama kita helat di candi prambanan, dan yang kedua kita helat di tiga candi peninggalan Kerajaan Majapahit, Kabupaten Mojokerto. Diantaranya, candi bajangratu, candi wringin lawang dan candi tikus," ujarnya disela konser. Pendiri Yayasan Musik Sastra Indonesia (YMSI) ini menyebut, konser keliling sengaja dilakukan di objek-objek wisata percandian di Indonesia. Ini untuk memperkenalkan kekayaan budaya nusantara ke manca negara. "Selain itu, pemilihan lokasi ini kita selaraskan dengan tema konser kita yakni 'The Birth of Nusantara'. Kita ingin  menciptakan harmonisasi alam yang menyatu dengan sentuhan alunan ketukan melodi Rapsodia Nusantara," ujarnya. Masih kata Ananda, ada yang berbeda dalam konser kali ini. Ia menggandeng sejumlah pianis berbakat nasional. Diantaranya, Ayunia Indri Saputro serta Gabriella Prisca Handoko. Keduanya adalah pemenang ASA 2016. Dan pemenang Kompetisi Tembang Puitik Ananda Sukarlan, soprano Mariska Setiawan. "Kebetulan kuliah mereka di luar negeri sedang libur akibat pandemi Covid -19, jadi mereka bisa kita ajak kolaborasi dalam konser budaya kali ini," jelasnya. Dari pantauan Surabaya Pagi, konser piano ini digelar di pelataran candi bajang ratu. Piano yang tercatat dalam rekor Muri Indonesia itu diletakkan di sebelah pintu masuk candi. Alat musik ketuk yang terbuat dari elemen kayu Indonesia seperti Macassar Ebony veneer dan tahapan pembuatannya memakan waktu sekitar dua tahun tersebut terlihat megah dengan back ground belakang candi bajang ratu. "Pagelaran ini tidak ditujukan untuk komersil, tapi untuk memperkenalkan percandian di Indonesia ke dunia. Konser. Untuk di Mojokerto tidak hanya dilaksanakan di Candi Bajangratu, tapi juga Candi Tikus dan Wringin Lawang," ucap Haria Enggalharjo, pemilik piano seharga Rp 2,5 Miliar ini singkat. Presiden Direktur PT Saniharto Enggalharjo ini menerangkan, piano yang digunakan dalam konser ini memiliki panjang 3 meter 10 cm, dengan lebar 2 meter 10 cm, dan ketinggian mencapai 1 meter 10 cm. "Piano ini menggunakan teknologi baru dalam teknik mekanik pemukul senarnya, yaitu menggunakan Epoxy Carbon Fiber yang merupakan sistem mekanik sebuah grand piano. Terlebih senar yang menggunakan teknologi Nickel Plated Finish rupanya tahan korosi dan memberikan efek warna 'silver'," ungkapnya. Bahkan, lanjutnya, kayu jenis Spruce yang merupakan kayu terbaik digunakan untuk menghasilkan resonansi suara, yang digunakan ratusan tahun di Eropa untuk alat musik seperti Cello dan Biola. dwy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru