Ketua Dewan Usman:Tak Masalah DPRD Tolak Omnibus Law

surabayapagi.com
Ketua DPRD Sidoarjo H Usman
SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Langkah berani Hj Mimik Idayana anggota Komisi D DPRD Sidoarjo yang menemui demo mahasiswa dan melontarkan kalimat menolak Omnibus Law mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Sidoarjo H Usman. "Memang kami suruh untuk memenuhi tuntutan demo mahasiswa, kami tak masalah bersikap berbeda dengan DPR RI," ujar H Ketua DPRD Sidoarjo H Usman, Jumat (9/10). Menurut Usman, aksi demo mahasiswa yang sempat ricuh menjadi perhatian dirinya selaku pimpinan DPRD, karena itu, ia memerintahkan komisi D yang sedang hearing bersama perwakilan mahasiswa untuk cepat-cepat turun ke jalan dan menemui para pendemo agar tak ricuh. "Saya perintahkan penuhi saja tuntutan mereka, agar aksi demo berangsur redam dan kondusif," katanya. Dengan pernyataan bahwa Bu Mimik membacakan surat pernyataan dari dewan ikut menolak UU Cipta Karya dihadapan aksi demo mahasiswa itu merupakan langkah tepat agar situasi kembali normal dan mahasiswa segera bubar. "Alhamdullilah Sidoarjo relatif kondusif, inilah yang kita inginkan bahwa Sidoarjo lebih damai," tambahnya. Selanjutnya, Usman mengatakan DPRD akan meminta salinan UU Cipta Kerja untuk dipelajari dan didalami, agar ketika ada pertanyaan mengenai UU tersebut, dewan bisa menjelaskan secara gamblang. Seperti diketahui, guna meredam aksi ricuh demonstrasi dari aliansi mahasiswa Muhammadiyah Sidoarjo di Gedung DPRD Sidoarjo akhirnya ditemui oleh anggota DPRD Hj Mimik Idayana. Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo dari Fraksi Partai Gerindra itu langsung naik ke mobil komando saat menemui massa aksi dan menyatakan siap menampung aspirasi mahasiswa yang menolak Omnibus Law. “Kami dengan tegas menolak Omnibus Law,” ucapnya saat membacakan lembaran pernyataan yang disodorkan Wakil Ketua Komisi D Zahlul Yussar dari atas mobil komando massa aksi di Depan Kantor DPRD Sidoarjo, Kamis (8/10/2020). Usai membacakan surat pernyataan itu, para mahasiswa langsung berteriak senang dan berangsur bubar. Sesaat sebelum ditemui anggota DPRD Sidoarjo, ratusan massa aksi terjadi baku hantam dengan aparat kepolisian. Sebelum terjadi bentrok, Massa aksi mulai saling dorong mendorong dengan aparat kepolisian. Pintu gerbang dewan pun roboh akibat saling dorong. Lempar batu dan botol air mineralpun terjadi. Mahasiswa yang berada di garis terdepan terpaksa harus menerima pukulan dari aparat keamanan. Barisan mahasiswa dipukul mundur oleh aparat keamanan karena dianggap menggangu kondusifitas aksi yang sedang berlangsung. Beberapa mahasiswa terpaksa berlarian kebelakang untuk menghindari aparat keamanan. Orator dari mobil komando segera meminta massa aksi untuk kembali menjaga kondusifitas aksi demonstrasi. Massa aksi kembali kondusif setelah ada beberapa perwakilannya yang melakukan dialog dengan aparat agar kembali menjaga kondusifitas aksi. sg

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru