Polda Jatim Terima Dua Perusahaan Laporan Auditor Independen Palsu

surabayapagi.com
Dua korban auditor lapor ke Polda Jatim kemarin (8/11/2020)
Surabaya Pagi, Surabaya Maraknya laporan palsu akan audit keuangan, membuat geram korban. Dan kemarin (8/11/2020), Dua Akuntan Publik bersama Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Korwil Jawa Timur dan Kalimantan mendatangi Polda Jawa Timur. Kedatangan mereka untuk melaporkan dua perusahaan yang diduga menggunakan laporan auditor independen palsu. Dua Akuntan Publik yang menjadi korban adalah Anang Saifudin Junaidi asal Jalan Sidosermo, Surabaya dan Sugi Kuswardijah asal Jalan Wisma Permai Tengah, Mulyorejo, Surabaya. "Saya di sini (Polda Jatim) untuk mengantarkan, mendampingi dua anggota saya untuk membuat laporan terkait dengan dugaan pemalsuan laporan audit yang dilakukan dua perusahaan," sebut Habib Basuni, Ketua Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Korwil Jawa Timur dan Kalimantan setelah membuat laporan di SPKT Polda Jatim. "Dalam hal ini, anggota saya selaku korban merasa dirugikan atas ulah sejumlah oknum tersebut. Sebenarnya masih banyak lagi korban, tapi untuk sementara baru dua yang melapor," tambahnya. Habib mengatakan, terdapat dua perusahaan yang dilaporkan. Ini dilakukan, lantaran telah merugikan korban, dalam hal ini Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr. Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Malang dan Bagian Pengadaan Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo. "Dalam hal ini RSJ Radjiman Wediodiningrat tidak pernah menerbitkan dan menandatangani laporan audit independen dari salah satu peserta tender. Dibagian Pengadaan Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo juga tidak pernah mennandatangani," jelasnya. Berdasarkan penelurusan yang telah dilakukan oleh pihak IAPI, ada ribuan laporan audit palsu di seluruh Indonesia yang dilakukan oleh oknum perusahaan. "Berdasarkan penelusuran dan pertemuan asosiasi perusahaan, banyak ratusan bahkan ribuan se indonesia ini," papar Habib. Ia pun berharap, dua perusahaan yang dilaporkan tersebut dapat segera dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian, agar kasus serupa tidak lagi terjadi. "Ini tadi laporan sudah diterima di Krimum. Kami harap agar pihak terlapor segera dipanggil dan klarifikasi. Jangan sampai pemalsuan itu berlanjut, kami menjaga profesi kami dengan melapor ke polisi agar ke depan tidak ada lagi pemalsuan," tandasnya. Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko belum mengetahui adanya laporan tersebut. Namun, pihaknya mengaku akan melakukan pengecekan. "Belum, belum tahu. Nanti akan coba kita cek berkas laporannya," jawabnya saat dikonfirmasi.nt

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Mar 2026 20:36 WIB
Berita Terbaru