Proyek Giant Sea Wall Jatim Dipercepat, Khofifah Tegaskan Urgensi Tanggul Laut Hadapi Risiko Pesisir

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung percepatan pembangunan Giant Sea Wall (GSW) di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Timur.

Menurut Khofifah, proyek tanggul laut raksasa tersebut dipandang krusial untuk merespons meningkatnya risiko kerusakan wilayah pesisir. Bahkan, target pembangunan yang semula direncanakan selama 20 tahun didorong untuk dipercepat menjadi 15 tahun.

“Diperlukan intervensi infrastruktur berskala besar yang terintegrasi dengan kebijakan lingkungan dan sosial,” ujar Khofifah saat menerima Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (24/3/2026).

Ia menjelaskan, fokus pembangunan GSW di Jawa Timur berada di tiga kawasan strategis, yakni Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Gresik. Ketiga wilayah tersebut dinilai sebagai zona kritis pesisir dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap penurunan muka tanah, banjir rob, serta tekanan aktivitas industri dan ekonomi.

Secara kelembagaan, Khofifah bersama kepala daerah di tiga wilayah tersebut tergabung dalam Dewan Pengelola Pantura Jawa sesuai Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2025. Posisi ini dinilai strategis karena memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk terlibat langsung dalam pengambilan keputusan nasional, khususnya dalam implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Jawa Timur menjadi aktor kunci dalam pengelolaan Pantura Jawa,” tegasnya.

Khofifah mengungkapkan, kawasan pesisir Jawa Timur menghadapi tekanan multidimensi, mulai dari penurunan muka tanah sekitar 1–2 cm per tahun, kenaikan muka air laut, hingga gelombang pasang ekstrem. Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana seperti banjir rob, abrasi, serta krisis air bersih.

Selain itu, dampak sosial dan ekonomi juga dinilai signifikan, termasuk meningkatnya jumlah masyarakat terdampak, terganggunya aktivitas pelabuhan dan industri, serta ancaman terhadap lahan pertanian produktif di wilayah pesisir.

“Pembangunan GSW juga penting untuk melindungi aset strategis nasional seperti pelabuhan, kawasan industri, dan infrastruktur vital lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa GSW tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan fisik, tetapi juga memiliki nilai transformasional. Proyek ini diharapkan mampu mendorong revitalisasi kawasan pesisir, meningkatkan konektivitas, serta memodernisasi sektor perikanan.

Selain itu, penguatan ekonomi masyarakat pesisir juga menjadi target, dengan menciptakan stabilitas wilayah dan meningkatkan daya saing kawasan Pantura sebagai koridor ekonomi utama Jawa Timur.

Dalam pelaksanaannya, Khofifah menekankan pentingnya memperhatikan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) untuk menjamin kepastian hukum, menghindari tumpang tindih pemanfaatan ruang, serta mencegah konflik sosial.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan proyek GSW sangat bergantung pada pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, melalui integrasi aspek infrastruktur, sosial, ekonomi, dan ekologi.

“Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai simpul logistik dan industri nasional. Karena itu, GSW bukan sekadar proyek proteksi, tetapi investasi jangka panjang bagi ketahanan wilayah dan stabilitas ekonomi,” ujarnya.

Selain wilayah Pantura Jawa, Khofifah turut menyoroti perlunya intervensi di pesisir utara Pulau Madura, meliputi Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, yang juga memiliki tingkat kerentanan tinggi.

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan penelitian dan kajian untuk mendukung pembangunan tanggul laut serta pengembangan kampung nelayan di wilayah Pantura Jawa Timur.

“Beberapa titik kampung nelayan sudah mulai dibangun, di antaranya di Gresik dan Malang Selatan. Ke depan, intervensi akan terus diperluas,” ujarnya.

Pemerintah pusat dan daerah kini terus berkoordinasi untuk mempercepat realisasi proyek GSW sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana pesisir dan penguatan ekonomi wilayah.

Berita Terbaru

Ponorogo Geger!  Jasad Bayi Hugel Dibuang di Selokan 

Ponorogo Geger!  Jasad Bayi Hugel Dibuang di Selokan 

Sabtu, 16 Mei 2026 21:28 WIB

Sabtu, 16 Mei 2026 21:28 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Warga Desa Trisono, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, digemparkan oleh penemuan jasad bayi yang sudah membusuk di …

Dari Lapangan ke Pariwisata, MLSC Surabaya Serap Ribuan Peserta dan Penonton

Dari Lapangan ke Pariwisata, MLSC Surabaya Serap Ribuan Peserta dan Penonton

Sabtu, 16 Mei 2026 19:43 WIB

Sabtu, 16 Mei 2026 19:43 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Turnamen sepak bola putri usia dini MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 2 2025–2026 tidak hanya menjadi ajang pembinaan atlet, tet…

Libatkan Konten Kreator, DPR Dorong Branding Pariwisata Jatim Tembus Pasar Global

Libatkan Konten Kreator, DPR Dorong Branding Pariwisata Jatim Tembus Pasar Global

Sabtu, 16 Mei 2026 15:30 WIB

Sabtu, 16 Mei 2026 15:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Upaya penguatan sektor pariwisata di Jawa Timur terus didorong melalui pemanfaatan teknologi digital dan keterlibatan masyarakat. S…

Genap Setengah Abad, DLU Tegaskan Komitmen Layanan dan Keselamatan Penumpang

Genap Setengah Abad, DLU Tegaskan Komitmen Layanan dan Keselamatan Penumpang

Sabtu, 16 Mei 2026 12:21 WIB

Sabtu, 16 Mei 2026 12:21 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Dharma Lautan Utama (DLU) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-50 dalam sebuah acara yang digelar di Hotel Vasa, Surabaya, Jumat (…

BSI Buka Kembali Scholarship untuk 5.250 Mahasiswa dan Pelajar

BSI Buka Kembali Scholarship untuk 5.250 Mahasiswa dan Pelajar

Jumat, 15 Mei 2026 21:22 WIB

Jumat, 15 Mei 2026 21:22 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) melalui program BSI Scholarship kembali membuka akses pendidikan bagi ribuan generasi m…

KCB Jatim Laporkan Dugaan Pungli di DLH, Siap Bongkar Nama Pejabat dan Swasta Terlibat

KCB Jatim Laporkan Dugaan Pungli di DLH, Siap Bongkar Nama Pejabat dan Swasta Terlibat

Jumat, 15 Mei 2026 19:13 WIB

Jumat, 15 Mei 2026 19:13 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Koordinator Komunitas Cinta Bangsa (KCB) Jawa Timur, Holik Ferdiansyah, menyatakan akan mengungkap nama-nama pejabat serta pihak s…