SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Penghargaan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Award Tahun 2026 melalui Program Wisata Alam Gosari “Wujudkan Desa Berdaya”.
Penghargaan tingkat nasional tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan diserahkan oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang mewakili Gubernur Khofifah di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
“Alhamdulillah kami menerima Penghargaan CSR dan PDB Award 2026 dari Kemendes PDT,” ujar Khofifah di Surabaya, Jumat (24/4/2026).
Menurut Khofifah, Desa Wisata Alam Gosari di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik dipilih sebagai perwakilan karena dinilai berhasil mengembangkan potensi desa melalui dukungan program CSR.
Program tersebut mendapat kontribusi dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur, yang memberikan berbagai bantuan sejak 2024 hingga 2026.
Bantuan itu meliputi pemasangan lampu taman, kereta sawah, pengadaan ATV listrik, pembangunan infrastruktur, hingga pelatihan digital marketing dan pemberdayaan UMKM.
Pada 2026, PLN UID Jatim juga berencana memberikan pelatihan pembuatan tembikar guna memperkuat ekonomi kreatif desa.
Khofifah menilai sinergi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan pengembangan desa wisata. Ia mendorong lebih banyak pihak, baik swasta, BUMN, maupun BUMD, untuk terlibat dalam pemberdayaan desa.
“Kolaborasi ini menjadi penguatan bagi desa wisata agar terus berkembang melalui inovasi,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan Desa Gosari menunjukkan bahwa potensi desa dapat berkembang pesat jika didukung pendampingan dan program yang tepat. Dampaknya, masyarakat menjadi lebih berdaya dan kesejahteraan meningkat.
“Keberadaan dukungan membuat masyarakat semakin percaya diri untuk mengembangkan desanya,” ujarnya.
Khofifah juga mengapresiasi langkah PLN UID Jatim yang tidak hanya menyalurkan CSR, tetapi juga memastikan keberlanjutan program melalui pendampingan.
“Tidak hanya sekadar memberikan CSR, tetapi juga membangun keberlanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Khofifah berharap model kolaborasi ini dapat diterapkan di lebih banyak desa di Jawa Timur, mengingat masih banyak potensi desa yang perlu dikembangkan.
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati mengaku telah mengunjungi sejumlah desa wisata di Jawa Timur dan menilai dampaknya sangat positif bagi perekonomian masyarakat.
“Desa wisata memberikan dampak nyata bagi ekonomi masyarakat. Dukungan sektor swasta sangat dibutuhkan agar desa wisata terus berkembang,” ujarnya. Byb
Editor : Redaksi