Pendapatan Dana Cukai Terserap Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

surabayapagi.com
Foto : Agus Mulyono Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sumenep, diruang kerjanya (ft. Ainur Rahman/ SP)

SURABAYA PAGI, Sumenep - Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Sumenep, Agus Mulyono, mengatakan dana cukai yang diterimanya, hampir semua diarahkan kepada masyarakat Kabupaten Sumenep yang terdampak covid 19, selain itu juga, bantuan tersebut diberikan kepada pasien yang kurang mampu.

Menurutnya, sejumlah bantuan yang diberikan kepada para dampak covid 19, disalurkan melalui kepala bidang kesehatan. “Namun mengenai jumlah dan nominalnya saya kurang paham, tapi yang pasti setiap bantuan bakal tersalurkan“ katanya, Kamis (19/11)

Baca juga: Madura Night Vaganza 2026 Jadi Etalase Program dan Inovasi Pembangunan Sumenep

Agus mengatakan, pendapatan dana cukai tersalurkan hampir kepada masyarakat yang terdampak covid, dan kegiatan dinas lainnya. “Namun jumlah besarnya yang diterimanya saya kurang paham” kilahnya.

"Nah untuk mengetahui perihal tersebut, silahkan tanya langsung kepada dr. Hari,  sebab beliau paham betul, berapa nilai yang diterima oleh Dinkes ,melewati Kabag perekonomian, namun yang jelas saya tidak menerima uang cash" ucapnya

Ia menyebutkan, beberapa hari kemarin ada teman-teman dari LSM yang menanyakan perihal tersebut,  namun ia menjelaskan bahwa di dinkes itu setiap anggaran sekecil apapun tercatat, kemudian bantuan bersumber dari mana, alokasi dana untuk apa, itu semua ada, jadi gak mungkin dobel anggaran. 

Baca juga: Bupati Sumenep Perhatikan Nasib Petani Tembakau, BPP 2026 Diminta Jadi Acuan Harga

Ia merespon dengan baik pertanyaan LSM itu, takutnya ia menjalankan anggaran dari Silpa yang berbeda untuk satu program, terus mengenai Dana cukai yg masuk diterima oleh Kabag perekonomian senilai kurang lebih 39 Miliar,  50 persennya diterima Dinas Kesehatan dan Rumah sakit.

Sementara 50 % lainnya di berikan ke sembilan SOPD yang ada di Kabupaten Sumenep, jadi dengan jumlah yang ada di Instansi manapun secara pembukuan benar-benar tercatat, sebab ada petunjuk teknis pengelolaan anggaran tersebut.

"Semua pengelolaan anggaran dan penggunaannya jelas terpakai sesuai dengan budget yang ada, jadi jelas tidak akan dobel anggaran dalam satu kegiatan” pungkasnya. Ar

Baca juga: Kades Alas Malang Pelopori Pertanian Modern Bersama Mahasiswa KKN UNIB di Pulau Raas Sumenep

 

 

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru