SUMENEP Surabayapagi.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan Madura Night Vaganza (MNV) 2026 sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk melihat langsung berbagai capaian pembangunan, program pelayanan publik, serta inovasi yang telah dilakukan pemerintah daerah.
Bupati Sumenep H. Achmad Fauzi Wongsojudo diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, hadir dalam Pembukaan Pameran pembangunan yang digelar di GOR A. Yani Panglegur, Rabu (26/8/2026) malam.
Dalam sambutannya Bupati Sumenep melalui Sekdakab, Agus Dwi Saputra mengatakan, pameran pembangunan tidak sekadar menjadi ajang menampilkan produk atau dekorasi stan, tetapi juga sarana bagi perangkat daerah, BUMN, BUMD, serta berbagai instansi untuk menyampaikan informasi mengenai program dan kebijakan yang telah dijalankan kepada masyarakat.
“masyarakat memiliki hak untuk mengetahui sejauh mana pembangunan di Kabupaten Sumenep berjalan. Karena itu, setiap stan diharapkan mampu menyajikan informasi yang mudah dipahami mengenai program, capaian maupun inovasi yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat.”ujarnya
Diakui, meskipun dalam visualisasi pameran tidak cukup untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan perangkat daerah, BUMN, BUMD dan lembaga lainnya secara menyeluruh, tetapi kegiatannya menunjukkan hasil pembangunan selama ini.
Dikatakan, keterbukaan informasi mengenai pembangunan penting untuk membangun pemahaman sekaligus kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui pameran tersebut, masyarakat dapat melihat berbagai potensi serta hasil kerja pemerintah daerah yang selama ini mungkin belum diketahui secara luas.
Lebih dari itu, Madura Night Vaganza juga diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi seluruh pihak untuk terus bekerja dan berinovasi dalam membangun daerah.
“Melalui Madura Night Vaganza menjadi spirit lebih merekatkan semangat bekerja, sekaligus meningkatkan kebersamaan dengan masyarakat untuk memajukan Kabupaten Sumenep lebih baik,” katanya.
Agus menambahkan, Madura Night Vaganza merupakan bagian dari rangkaian Madura Culture Festival yang tidak hanya berorientasi pada promosi pembangunan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan aktivitas ekonomi masyarakat yang produktif.
Berbagai potensi daerah, produk UMKM, hasil kerajinan, seni dan budaya masyarakat mendapat ruang untuk diperkenalkan kepada pengunjung. Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang promosi sekaligus memperluas pasar bagi produk lokal Sumenep.
“Karena itu, perangkat daerah dalam pameran harus mampu memberikan informasi yang menunjukkan bahwa pembangunan daerah terus bergerak dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Madura Night Vaganza 2026 berlangsung mulai 26 Agustus hingga 4 September 2026. Sejumlah kegiatan turut menyemarakkan agenda tersebut, di antaranya Madura Culture Festival 4, Festival Tembakau Madura, Festival Hadrah, Festival Desa Wisata, Musik Tong-tong, pentas seni dan budaya, serta Fun Run.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat promosi potensi daerah, menggerakkan sektor ekonomi kreatif, serta mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat.
“Kami ingin melalui Madura Night Vaganza menjadi spirit lebih merekatkan semangat bekerja sekaligus meningkatkan kebersamaan dengan masyarakat, guna memajukan Kabupaten Sumenep lebih baik,” pungkasnya.(Rahman)
Editor : Redaksi