Hujan Deras Selama 3 Jam Rendam 6 Desa di Madiun

surabayapagi.com
Banjir yang melanda akses jalan di desa Madiun. SP/ DECOM

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Musim hujan yang mengguyur Madiun selama tiga jam mengakibatkan enam desa terendam banjir. Enam desa dilanda banjir tersebar di dua kecamatan yakni Pilangkenceng dan Balerejo, hal tersebut di jelaskan oleh Kepala BPBD Kabupaten Madiun Muhammad Zahrowi, Minggu, (27/12/2020).

"Akibat hujan tiga jam sore hingga tadi malam ada enam desa terendam banjir menggenangi jalan antara kecamatan Pilangkenceng Balerejo," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Instruksikan Pengalihan Aliran Air Atasi Banjir Kawasan Ketintang, Ditarget Tuntas Oktober 2026

Enam desa terdiri dari empat desa di Kecamatan Pilangkenceng dan dua desa di Kecamatan Balerejo. Ketinggian banjir, kata Zahrowi, antara 10 hingga 40 cm.

"Di kecamatan Pilangkenceng empat desa dan Balerejo dua desa. Yang terendam banjir jalan dan persawahan," katanya.

Zahrowi menambahkan banjir tersebut akibat meluapnya sungai di sepanjang desa di lereng Gunung Pandan. "Hujan deras merata hingga Gunung Pandan sehingga air sungai meluap," tandasnya.

Baca juga: Kurangi Risiko Banjir, Pemkot Surabaya Normalisasi Bangunan di Kalianak Secara Bertahap

Diantara empat desa di Pilangkenceng yang terendam banjir yakni Desa Pilangkenceng, Muneng, Luworo, Pulerejo. Sedangkan dua desa di kecamatan Balerejo yakni di desa Kuwu dan Kedungrejo.

Banjir tersebut tampak menggenangi ruas jalan penghubung kecamatan Pilangkenceng ke Balerejo. Jalan di utara simpang empat muneng tampak terendam banjir setinggi 40 cm.

Baca juga: Harga Minyak Goreng dan Plastik Ugal-ugalan, Produsen Kerupuk Terpaksa Perkecil Ukuran Demi Tetap Berjualan

Banyak kendaraan dari arah Ngawi yang terlanjur belok kiri ke arah Pilangkenceng terpaksa berputar balik karena jalan ditutup oleh warga dengan bambu. Dsy8

 

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru