SURABAYAPAGI.com, Madiun - Musim hujan yang mengguyur Madiun selama tiga jam mengakibatkan enam desa terendam banjir. Enam desa dilanda banjir tersebar di dua kecamatan yakni Pilangkenceng dan Balerejo, hal tersebut di jelaskan oleh Kepala BPBD Kabupaten Madiun Muhammad Zahrowi, Minggu, (27/12/2020).
"Akibat hujan tiga jam sore hingga tadi malam ada enam desa terendam banjir menggenangi jalan antara kecamatan Pilangkenceng Balerejo," ujarnya.
Baca juga: Produksi Kerupuk di Madiun Melonjak Hingga 50 Persen saat Musim Kemarau
Enam desa terdiri dari empat desa di Kecamatan Pilangkenceng dan dua desa di Kecamatan Balerejo. Ketinggian banjir, kata Zahrowi, antara 10 hingga 40 cm.
"Di kecamatan Pilangkenceng empat desa dan Balerejo dua desa. Yang terendam banjir jalan dan persawahan," katanya.
Zahrowi menambahkan banjir tersebut akibat meluapnya sungai di sepanjang desa di lereng Gunung Pandan. "Hujan deras merata hingga Gunung Pandan sehingga air sungai meluap," tandasnya.
Baca juga: Harga Beras di Madiun Lampaui HET Pemerintah, Tembus Rp15.300 per Kg
Diantara empat desa di Pilangkenceng yang terendam banjir yakni Desa Pilangkenceng, Muneng, Luworo, Pulerejo. Sedangkan dua desa di kecamatan Balerejo yakni di desa Kuwu dan Kedungrejo.
Banjir tersebut tampak menggenangi ruas jalan penghubung kecamatan Pilangkenceng ke Balerejo. Jalan di utara simpang empat muneng tampak terendam banjir setinggi 40 cm.
Baca juga: Harga Ayam Potong di Madiun Anjlok Rp 30.000 Per Kg Imbas MBG Libur
Banyak kendaraan dari arah Ngawi yang terlanjur belok kiri ke arah Pilangkenceng terpaksa berputar balik karena jalan ditutup oleh warga dengan bambu. Dsy8
Editor : Redaksi