SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Jembatan penghubung antar dusun di Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto putus akibat hujan deras yang menguyur di sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto. Akibatnya, warga harus memutar sekitar 4 KM.
Putusnya jembatan tersebut kini tidak bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Tak hanya membuat jembatan penghubung antar dusun putus, luapan Kali Grenjeng anak Kali Lamong juga membuat tanaman padi milik petani terendam air banjir.
Baca juga: Bangunan SPPG di Bojonegoro Rusak Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang
Salah satu warga, Sadi (53) mengatakan, hujan menguyur Desa Suru sekitar dua jam. “Kemarin hujan jam 6 sampai 8 malam. Hanya 2 jam tapi air tinggi, setinggi tanaman jagung jadi jembatannya tidak kelihatan,” ungkapnya, Senin (28/12/2020).
Sadi menambahkan, jembatan penghubung antar dusun tersebut diketahui putus, Minggu malam. Tanggul penahan di pinggir jembatan yang terbuat dari tumpukan sak berisi pasir ikut terbawa arus sungai. Dari pantauannya, dari 100 sak untuk tanggul menyisahkan 15 sak saja.
Baca juga: Viral, Muncul Lubang Besar di Belakang Rumah Warga Pasca Hujan Deras
“Jembatan ini, ada 20 tahun. Baru kali ini kondisinya seperti ini, ya ini air dari Kali Lamong karena ini anak sungai Kali Lamong. Kalau jembatan putus ya terpaksa warga memutar, kalau lewat Jatirowo, Warugunung ada 4 KM, kalau dari Baderan ada 3 KM. Tanaman padi ini umur 1,5 bulan,” katanya.
Akibat hujan deras yang menguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto tersebut tak hanya memutuskan jembatan antar dusun di Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, namun juga menyebabkan banjir di empat desa yang ada di dua kecamatan.
Baca juga: Diterjang Hujan Angin Kencang di Malang, BPBD: 12 Pohon Tumbang hingga 8 Atap Rumah Warga Rusak
Yakni Dusun Bantengan dan Dusun Kaliasih Desa Bendung serta Dusun Bendo Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis. Sementara di Kecamatan Dawarblandong, banjir merendam Dusun Pulo, Dusun Klanting dan Dusun Beru di Desa Pulorejo serta Dusun Banyulegi, Dusun Ngarus dan Dusun Glagah di Desa Banyulegi. Dsy11
Editor : Redaksi