Rumah Kru Sriwijaya Air, Terlihat Lengang

surabayapagi.com
Rumah orang tua korban atas nama Fadly Satrio nampak sepi dan lengang. SP/HENDAR WANTO

Surabaya Pagi, Surabaya - Salah satu korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan kepulauan seribu diketahui warga Surabaya, Minggu (10/1/2021).

Korban atas nama Fadly Satrio, warga Pagesangan Baru RT 8 RW 1, Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Jambangan yang bertugas sebagai ekstra kru pilot.

Pasca, insiden ini rumah orang tua korban nampak sepi dan lengang. Tak terlihat ada orang di dalam rumah tersebut.

"Sepi nggak ada orang mas,"terang Joni Kusuma Trinawan di rumahnya.

Kita ketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh di perairan Kepulauan Seribu Jakarta Utara saat menuju ke Pontianak. 

Dalam pesawat diketahui membawa 53 penumpang dan 12 orang kru. Dari dua belas kru di dalam pesawat salah satu kru pesawat adalah warga Surabaya. Dia diketahui bernama Fadly Satrianto, Kelahiran 1992, warga Pagesangan Baru RT 8 RW 1 Gang Enam nomor enam Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Jawa Timur. 

Sedangkan Ketua RT 8 Pagesangan Baru, Joni Kusuma Trinawan menyebut Fadly Satrianto, merupakan putra dari pasangan Sumarzen dan Ninik Andayani yang merupakan warganya. 

Insiden ini diketahui dari percakapan grup WhatsApp warga dimana orang tua korban meminta doa kepada warga untuk keselamatan putranya yang ikut hilang dalam pesawat Sriwijaya Air SJ 182. 

"Betul, jadi waktu kejadian, kami juga kaget orang tua mas fadly, broadcast ke warga mohon doanya karena putranya mas fadly ikut rombongan pesawat  Sriwijaya Air mudah mudahan ada mukjizat bisa selamat dan kami sudah tidak berkomunikasi cukup lama bahwa pak fadly, pak sumarzen sama ibu karena memang beliau punya rumah dua. Ada yang Di Pagesangan Baru sama ada yang di Perak sana. Tapi kita masih tetap berkomunikasi dalam grup whatsapp,"terangnya.

Masih kata Joni, sejak kabar insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya ini beredar rumah di Pagesangan ini nampak sepi dan lengang. Rumah megah bercat gold hitam ini, tak ada aktivitas dan kesibukan di rumah karena orang tua korban terbang ke Jakarta untuk proses pencocokan data. 

Selain itu, lewat pesan whatsapp orang tua korban meminta doa agar anaknya diberikan mukjizat dan keselamatan.nt

 

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru