Siswi SDN Nginden 1 Manfaatkan Botol Bekas Budidaya Bunga Melati

surabayapagi.com
Afiqah Mutiara Tungga Dewi ditemani Ahmad Arkaan Taamir menyiram tanaman bunga melati yang dibudidaya di rumahnya di Jalan Nginden II, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Senin (29/3).SP/Patrik Cahyo

SURABAYAPAGI, Surabaya – Kegiatan pembelajaran yang masih dilakukan dengan sistem daring masih diterapkan selama pandemic Covid-19. Untuk mengurangi kebosanan, sekolah membuat inovasi untuk tetap semangat dalam belajar. Salah satu caranya dengan belajar pendidikan karakter seperti yang diikuti oleh Afiqah Mutiara Tungga Dewi siswi SDN Nginden Jangkungan 1 Surabaya.

Afiqah siswi kelas satu tersebut sudah aktif dan ikut andil bagian dalam peduli lingkungan, diantaranya mengikuti aksi bersih – bersih pesisir Jembatan SURAMADU yang diadakan oleh Komunitas Tunas Hijau, dan mengumpulkan botol minuman untuk dijadikan budidaya tanaman.

Lebih menarik perhatian lagi, di usianya yang masih sangat dini sudah mengikuti program Putra Putri Lingkungan Hidup tingkat Sekolah Dasar (SD) dengan mengikuti penanaman bunga melati yang dikenal dengan "puspa bangsa" atau bunga simbol nasional yaitu melati putih (Jasminum sambac).

"Suka menanam bunga melati karena banyak manfaatnya, dan cara perawatannya mudah,"ucap Afiqah sambil menyiram bunga melati.

Seperti terlihat saat melewati pintu masuk rumahnya disuguhkan dengan pemandangan yang indah nan sejuk deretan botol yang ditanami bunga melati, yang berada di Nginden II, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Senin (29/3).

Budidaya_Botol_Bekas_-_Patrik_(3)

Selanjutnya saat menengok di halaman atas rumah, Afiqah memanfaatkan lahan terbuka sebagai budidaya ratusan bunga melati sudah tertata rapi dengan media botol bekas minum. Selain botol bekas juga memakai kemasan bekas sabun, minyak dan pewangi untuk ditanami bunga melati.

Pasangan suami istri dari Muhammad Munir dan Isnaini Mardiana yang merupakan orangtua Afiqah menjelaskan pendidikan karakter sejak dini sangat penting agar membentuk pribadi anak yang peduli terhadap lingkungan.

“Budidaya tanaman ini ada mandat dari sekolah untuk berpartisipasi ikut Tunas Hijau. Awalnya dibantu bibit dari sekolah untuk budidaya. Saya sangat mendukung kegiatan peduli lingkungan apalagi untuk anak - anak,”ucap Munir saat ditemui dirumahnya.

Budidaya tanaman yang dicanangkan oleh sekolah, lalu guru memberikan saran target 100 tanaman namun ada perubahan saat presentasi ke dua ada penambahan dari pembinanya jadi 500 tanaman. Meskipun belum terealiasi 100 persen, kini Afiqah mampu membudidaya mencapai 285 bunga melati.

“Harapannya terus peduli terhadap lingkungan, karena sebagian dari kita. Sekaligus mengurangi sampah di perkotaan, hasil dari merawat tanaman bunga melati juga memiliki manfaat yang banyak seperti dibuat minuman teh, aromaterapi, dan kecantikan,”imbuhnya.

Setiap hari dilakukan perawatan rutin agar tanaman bunga melati tersebut bisa tumbuh dan berkembang. Hal ini bisa menjadi contoh untuk memanfaatkan ruang sempit di tengah perkotaan, selain itu memanfaatkan barang bekas bernilai tinggi. Pat

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru