SURABAYAPAGI.COM : Pelemahan nilai tukar rupiah tak terbendung. Selasa sore (12/5), kurs rupiah di pasar spot melemah tajam Rp 115 atau 0,66% menjadi Rp 17.529 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kurs rupiah Jisdor pun melemah Rp 99 atau 0,57% menjadi Rp 17.514 per dolar AS.
Ini adalah rekor baru rupiah paling lemah sepanjang masa. Ini juga merupakan pelemahan paling tajam rupiah dalam hampir dua pekan terakhir.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampak binggung. Ia sampai menggelar rapat dadakan dengan jajarannya di lobby Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat, Selasa sore (12/5). Rapat diketahui membahas strategi untuk membantu Bank Indonesia (BI) mengendalikan tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
"Iya kira-kira itu," kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026). Ia ditanya apakah rapat terkait langkah pemerintah untuk membantu mengendalikan tekanan nilai tukar rupiah.
Berdasarkan pantauan pejabat yang ada di lokasi di antaranya Sekretaris Jenderal Kemenkeu Robert Leonard Marbun, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto, Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti, hingga Plh Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Ferry Ardiyanto.
Sayangnya, Purbaya belum mau mengungkapkan strategi apa yang akan dijalankan pemerintah. Bocorannya yakni memanfaatkan skema intervensi di pasar surat berharga atau bond market.
"Strateginya masih rahasia, kalau dikasih tahu nanti musuh tahu," tegasnya.
"Tapi kita akan coba melihat apakah kita bisa membantu stabilitas di pasar bond, nanti pelan-pelan ke pasar nilai tukar juga," tambah Purbaya.
Sebagaimana diketahui, paginya rupiah sudah babak belur ke level Rp 17.500/US$. Purbaya mengaku mulai besok akan membantu BI untuk mengendalikan tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Prediksi Pengamat Mata Uang
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berpotensi melemah hingga menyentuh level Rp 17.550 per dolar AS dalam pekan ini.
Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar rupiah masih di level sekitar Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat pada esok hari. Nilai tersebut masih bertahan setelah hari ini mencetak level terlemah.
“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.520 – 17.580 per dolar,” katanya dalam keterangan tertulis pada Selasa sore (12/5/ 2026).
Sejumlah faktor dari dalam dan luar negeri memengaruhi pelemahan nilai tukar. Dari dalam negeri, dia melihat pertumbuhan ekonomi kuartal I sebesar 5,61 persen bukan karena ekonomi tiba-tiba maju pesat, namun karena diperbandingkan dengan level yang sedang rendah.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berpotensi melemah hingga menyentuh level Rp 17.550 per dolar AS dalam pekan ini.
Puan Tambahi Beban Pengusaha
Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti dampak gejolak geopolitik di Timur Tengah terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
Menurut Puan kondisi ini menambah beban pengusaha, terutama bagi sektor industri, transportasi, dan UMKM yang sensitif terhadap kenaikan biaya operasional.
"Kenaikan harga barang-barang yang mengandung komponen impor juga mulai dirasakan oleh masyarakat dan dunia usaha. Situasi ini dapat berpotensi memicu inflasi, menurunkan daya beli masyarakat, serta memperbesar beban pelaku usaha, khususnya sektor industri, transportasi, dan UMKM yang sangat sensitif terhadap kenaikan biaya operasional," jelas Puan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-18 Masa Persidangan V tahun Sidang 2025-2026, di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Dikutip dari data Bloomberg, Selasa (12/5/2026), nilai tukar dolar AS pukul 10.10 WIB berada pada level Rp 17.520 atau naik 106 poin (0,61%). Hingga sore, dolar AS menembus Rp 17.500.
Padahal saat pembukaan pasar sekitar pukul 09.06 sudah berada di level Rp 17.487 atau naik 73 poin (0,42%). Artinya hanya dalam satu jam, nilai tukar Paman Sam ini sudah naik sekitar Rp 33.
Selanjutnya, pergerakan dolar AS terhadap mata uang lainnya cenderung menguat. Nilai tukar dolar AS menguat 0,22% terhadap dolar Australia. Dolar AS juga naik 0,07% terhadap euro.
Begitu pula, terhadap dolar Singapura menguat 0,17%. Dolar AS minus terhadap yuan China 0,02%.
Dolar AS naik 0,24% terhadap yen. Begitu juga, menguat terhadap baht 0,29%. Dolar AS pun naik terhadap ringgit 0,21%. n ec, bb, hu, rmc
Editor : Redaksi