Surabaya Pagi, Surabaya - Agar tak terjadi peristiwa masukkan terduga teroris, perlu dilakukan pengawasan dan penjagaan. Di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur di Surabaya melakukan perketatan dimana setiap orang yang ingin masuk Polda Jatim, dilakukan pemeriksaan.
"Polda Jatim dan jajaran tentunya menindaklanjuti dengan meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan mako," kata Kabid Humas Polda Jatim Gatot Repli Handoko Kamis (1/4/2021).
Sebetulnya, kewaspadaan mulai ditingkatkan Polda Jatim setelah insiden bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu lalu, (28/3/2021). Pengamatan dilapangan waktu itu, personel yang berjaga di pintu masuk Polda Jatim ditambah. Seluruh kendaraan dan orang yang masuk ke dalam polda diperiksa.
Beberapa hari sebelum itu, sebuah ancaman teror tersebar di jejaring aplikasi WhatsApp, bertepatan dengan hari pemindahan 22 terduga teroris dari Markas Polda Jatim di Surabaya ke Mabes Polri di Jakarta. Penebar pesan berantai itu menujukan pesan terornya kepada pihak yang ia sebut dengan 'baju cokelat'.
Diberitakan sebelumnya, satu terduga teroris menyusup ke dalam Mabes Polri. Berdasarkan video yang tersebar, si penyusup mengenakan busana wanita panjang berwarna hitam dan terlihat mengenakan jilbab. Ia mondar-mandir di pos jaga pintu masuk Mabes Polri.
Tak lama kemudian, si terduga mendekat ke pintu masuk pos jaga. Ia seperti menodongkan sesuatu. Di pintu sisi lain, tiga anggota yang berjaga terlihat terkesiap. Agak jauh dari pos jaga, seorang polisi melihat apa yang terjadi, lalu menjauh lagi.
Si terduga kemudian berjalan dari pos jaga. Tangannya seperti memegang map warna kuning dan mengacungkan sesuatu mirip senjata api. Tak lama kemudian ia terlihat rubuh. Kejang-kejang sebentar lalu tak bergerak. Di sisi kiri tubuhnya, terlihat asap putih mengepul.nt
Editor : Redaksi