SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Badan Obat Eropa, European Medicines Agency (EMA) menyampaikan belum adanya hubungan antara disuntik vaksin Covid-19 dengan munculnya gangguan siklus menstruasi. Tidak ada bukti bahwa vaksinasi Covid-19 bisa menyebabkan menstruasi jadi terlambat atau lebih sakit dari biasanya.
Lebih lanjut, EMA menyebutkan gangguan menstruasi dapat terjadi karena berbagai alasan seperti stres, kelelahan, hingga kondisi medis seperti fibroid dan endometriosis.
Baca juga: Satlantas Polres Blitar Kota Gelar Check Point, Tes Kesehatan Awak Angkutan Umum di Terminal Patria
Secara terpisah, EM menyarankan keluhan rendahnya trombosit atau telinga yang berdenging dimasukkan ke dalam efek samping dari vaksin Covid-19 J&J. Hal ini disampaikan setelah peneliti memeriksa data 1.138 orang yang merasa pusing dan lebih dari 100 kasus tinnitus.
"Kami sangat mendukung peningkatan kesadaran akan tanda dan gejala kejadian langka untuk memastikan mereka dapat dengan cepat diidentifikasi dan diobati secara efektif," kata perwakilann J&J yang berbasis di Amerika Serikat.
Ahli imunologi reproduksi dari Imperial College London, Victoria Male mengatakan bahwa pada saat ini banyak wanita yang mengatakan siklus menstruasinya berubah dari sebelumnya.
Baca juga: Dinkes Madiun Temukan 13 Kasus Campak, Upaya Vaksinasi Terus Digencarkan per Awal 2026
"Jika dulu normal dan teratur tapi kini jadi berubah, rasa-rasanya ini hampir pasti berhubungan dengan stres," kata Male, Kamis (12/8/2021).
Dari laporan yang ia miliki ada yang mengeluhkan usai divaksin Covid-19 merasa menstruasi jadi terasa menyakitkan. Lalu, disusul dengan terlambat menstruasi.
Baca juga: Dipicu Faktor Musim Hujan, DKPP Kota Madiun Gencarkan Vaksinasi PMK ke Ternak Warga
"Ada yang mengatakan hal ini terjadi pada satu siklus menstruasi, tapi ada juga yang dua siklus," kata Male yang kini sedang melakukan penelitian tentang hubungan vaksinasi Covid-19 dan menstruasi.
Dari hasil evaluasi yang ada, Male mengatakan perubahan itu tampaknya tidak terkait dengan vaksinasi Covid-19. Terlebih hal ini terjadi satu-dua kali periode menstruasi. Hasil penelitian di Amerika Serikat juga mengatakan bahwa perubahan menstruasi yang terjadi pada 1-2 siklus menstruasi usai divaksin Covid-19. Dsy3
Editor : Redaksi