Sukses Bangkitkan Koperasi dan UMKM, Diskopukmperindag Kota Mojokerto Jadi Jujugan Kunker DPRD Kabupaten Tulung Agung

surabayapagi.com
Foto SP/Dwy AS DPRD Kabupaten Tulung Agung saat kunker ke kantor Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Jumat (22/7/2022).

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Keberhasilan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto dalam melaksanakan pembinaan dan pengawasan Koperasi serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menarik perhatian Komisi B DPRD Kabupaten Tulung Agung.

Komisi Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat ini melakukan kunjungan kerja (kunker) ke kantor Diskopukmperindag di Jalan Raya Meri Nomor 7, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Magersari, Jumat (22/7/2022) pagi.

Kunker yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Tulung Agung, Sofyan Heryanto diterima langsung oleh Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya di Aula Pertemuan Diskopukmperindag.

Dalam sambutan pembukanya, Sofyan mengatakan Kota Mojokerto sukses bangkit ekonominya berkat keberhasilannya dalam melakukan pembinaan koperasi dan UKM nya. Bahkan juga meraih penghargaan di level nasional dari Kementerian Koperasi dan UKM.

"Ini yang menarik minat kami untuk mengulik kunci suksesnya. Kami ingin resep keberhasilan tersebut bisa kita bawa pulang dan terapkan di Kabupaten Tulung Agung," ujarnya.

Tak hanya itu, wakil rakyat dari bumi penghasil marmer ini juga meminta tips terkait bagaimana cara menyikapi menjamurnya rentenir berkedok koperasi. Sebab mereka memberikan bunga pinjaman tinggi dan selalu siap menjebak para nasabahnya.

"Biasanya bank keliling mengatasnamakan koperasi ini menyasar pedagang kecil yang kekurangan modal. Sehingga keberadaanya sangat meresahkan warga masyarakat dan pedagang kecil," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya menjelaskan tahun ini Diskopukmperindag Kota Mojokerto merubah metode pembinaan dan pengawasan koperasi melalui Coaching Clinics dengan dibantu aplikasi Klinik KOROENA (Koperasi Roda Ekonomi Indonesia).

Coaching Clinics dapat mendiagnosa 'penyakit' di seluruh koperasi se Kota Mojokerto, sekaligus melakukan pengobatan sesuai keluhan yang dideritanya.

"Klinik ini ibaratnya rumah sakitnya koperasi, tujuannya mengobati koperasi yang tidak sehat agar menjadi sehat. Sehingga tidak ada lagi koperasi yang sakit atau bermasalah disini," ungkapnya.

Masih kata Ani, pihaknya juga membentuk Tim Coaching Clinics yang memadai untuk memberikan pembinaan dan pendampingan secara holistik. Tim ini akan turun ke koperasi-koperasi setiap bulannya untuk pemantauan dan pembinaan. Termasuk mengawasi apakah koperasi ini sudah menjalankan prinsip koperasinya secara benar atau tidak.

"Di Kota Mojokerto justru yang banyak bermasalah adalah koperasi yang badan hukumnya dari provinsi atau pusat. Sehingga kita kesulitan untuk mencabut izin usahanya. Tindakan paling memungkinkan hanya kita bekukan kantor cabangnya saja sehingga tidak memunculkan korban baru lagi," pungkasnya. Dwi

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru