SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Tingginya permintaan pasar terhadap produk ecoprint mulai ditangkap Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari sebagai peluang bisnis baru bagi UMKM Kota Mojokerto.
Terbukti, Pemkot Mojokerto melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) getol melatih para pengrajin batik untuk membuat diversifikasi produk batik ecoprint.
"Teknik ecoprint selain lebih ramah lingkungan juga sedang menjadi trend di kalangan pecinta batik etnik. Khususnya pangsa pasar yang ada di kota-kota besar," ujar Wali Kota Ika Puspitasari saat meninjau pelatihan ecoprint di Gedung Workshop Alas Kaki Surodinawan, Jumat (12/8) pagi.
Petinggi Pemkot ini menyebut, dengan berkembangnya Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata berbasis sejarah dan budaya, sangat cocok mengembangkan produk ramah lingkungan ini untuk diajadikan cinderamata wisatawan.
"Maka dari itu saya berharap pelatihan diversifikasi produk batik ecoprint ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para peserta. Sehingga mampu menciptakan produk kreatif yang bernilai jual," tuturnya.
Selain itu, Ning ita sapaan akrab Wali Kota juga berharap pelatihan ini mampu menciptakan corak-corak yang unik dan berkualitas. Sehingga kedepan, bermula dari pelatihan dapat menjadi pendongkrak dalam mendukung tumbuhnya cikal sentra IKM Kota Mojokerto.
"Pemerintah Kota siap memberikan fasilitasi, kembangkan terus potensi dan kreatifitas serta jadikan produk ini menjadi salah satu produk unggulan untuk dibranding menjadi produknya Kota Mojokerto," pungkasnya.
Sementara itu, Ani Wijaya, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto menjelaskan pelatihan ini di ikuti oleh puluhan pengrajin batik sejak tanggal 8 Agustus 2022 hingga 13 Agustus 2022 mendatang.
"Peserta terbagi menjadi dua kelompok yang masing-masing kelompok mendapat waktu pelatihan selama 3 hari berturut-turut," ungkapnya.
Masih kata Ani, dalam pelatihan ini juga akan diajarkan step by step mulai dari membuat desain hingga menghasilkan ecoprint diatas kain. Serta berbagai tekhnik yang digunakan untuk menghasilkan karya ecoprint yang beragam.
"Target kita kedepan, para pengrajin batik Kota Mojokerto mampu mengembangkan produk yang lebih kreatif, inovatif dan tidak monoton itu-itu saja. Sehingga mampu menjawab tantangan pasar," ucapnya. Dwi
Editor : Redaksi