SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Selain bantuan sosial dampak kenaikkan BBM. Sektor Pendidikan juga menjadi prioritas dalam penambahan RAPBD Perubahan Tahun 2022 sebesar Rp 10,6 triliun.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menerangkan di sektor pendidikan terdapat penambahan anggaran hingga Rp 75 miliar pada RAPBD Perubahan Tahun 2022 ini. Maka dari itu, Ia menegaskan agar Pemerintah Kota Surabaya serius memaksimalkan serapan program beasiswa ini.
Baca juga: Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87 Persen pada 2025, Pemkot Fokus Kembangkan Ekraf dan Pariwisata Kota
"Untuk beasiswa perguruan tinggi sudah cair, yang belum cair beasiswa untuk SMA/SMK. Jika serius bulan September ini sudah bisa cair," kata Reni.
Reni menjelasakan, Pemkot menambah kuota penerima beasiswa Pemuda Tanggung. Baik itu di tingkat Perguruan Tinggi maupun SMA/SMK. Awalnya 13.000 kini menjadi 25.000.
“Ada penambahan kuota sebanyak 1.000 untuk jenjang kuliah dan 12.000 untuk SMA/SMK. Selain uang tunai, mereka juga akan di-support seragam, sepatu, dan alat penunjang kegiatan belajar lainnya,” ungkap Reni.
Baca juga: Tindaklanjuti Instruksi Mendagri, Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Piket dan WFA saat Lebaran
Terkait penambahan kuota tersebut, Reni mengingatkan untuk memaksimalkan serapan. Ia berharap bisa terserap lebih banyak karena pada bulan Agustus sempat terjadi perlambatan.
“Nah, untuk kali ini, dewan mengapresiasi inisiatif Pemkot yang melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah untuk mendata siswa MBR dan mendorong mereka mendaftar beasiswa. Ini jadi langkah yang baik,” tuturnya.
Baca juga: Viral Truk Bawa Sampah Berserakan, DLH Surabaya: Armada Pengangkut Wajib Tertutup dan Laik Jalan
Reni juga mendorong pemkot untuk segera mencairkan dana beasiswa tersebut ke penerima yang sudah terdata. “Tak perlu menunggu akhir tahun, pencairan harus segera dilakukan karena masyarakat sudah menunggu,” ungkapnya.
Anggaran di APBD Perubahan tahun 2022 juga menyentuh penyediaan sarana dan prasarana Kader Surabaya Hebat, sebesar Rp 13 miliar. Kemudian untuk Bunda Paud senilai Rp 5,8 miliar. “Ada program bantuan laptop untuk Bunda Pos Paud Terpadu (PPT). Namun, sampai sekarang juga belum turun. Ini juga harus jadi perhatian,” tegas Reni. Alq
Editor : Moch Ilham