SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Banyaknya keluhan masyarakat terkait lamanya pelayanan serta mengularnya antrian di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto disikapi dengan memecah dua ruang pelayanan.
Langkah tersebut diambil guna mengurai layanan tatap muka yang selama ini antri panjang dan dinilai slow respon.
Kepala Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo kepada Surabaya Pagi mengatakan ruang pelayanan pengurusan KTP dan Kartu Keluarga dipecah menjadi dua tempat yakni ruang layanan selatan dan utara.
"Yang sebelah utara, dulu merupakan ruang sekretariat, dan sejak dua minggu kemarin kita rubah sebagai ruang pelayanan untuk semua kecamatan di wilayah utara sungai yakni Jetis, Kemlagi, Dawar Blandong dan Gedeg ditambah dua kecamatan di selatan sungai yakni Kecamatan Sooko dan Mojoanyar. Sedangkan 12 kecamatan sisanya, tetap dilayani di kantor sebelah selatan," jelasnya, Jumat (30/9) siang ditemui di Kantor Pemkab Mojokerto.
Tak hanya itu, lanjut Amat, pihaknya juga melakukan layanan jemput bola di 8 kecamatan yang lokasinya berjauhan dengan kantor Dispendukcapil, yakni Kecamatan Jetis, Dawarblandong, Mojosari, Pungging, Ngoro, Jatirejo, Trawas dan Pacet. "Layanan kita buka setiap hari pada jam kerja dengan dibantu tiga orang petugas kecamatan. Jika berkas lengkap dan akurat, maka tak sampai 15 menit sudah jadi," tukasnya.
Disinggung terkait banyaknya keluhan layanan kependudukan secara online yang ribet dan lambat, mantan Kepala Dispora ini tak menampik. Ia mengaku lamanya pelayanan dikarenakan petugas Dispendukcapil lebih mengutamakan layanan tatap muka terlebih dahulu.
"Operator mengutamakan yang datang langsung ke kantor Capil. Biasanya, pagi sampai jam 2 siang, mereka kerjakan layanan tatap muka yang langsung jadi. Kemudian dilanjutkan mengerjakan yang online, sehingga mungkin disinilah responnya agak lama," tegasnya.
Selain itu, ungkap Amat, juga dikarenakan lantaran banyak pemohon yang dokumennya kurang lengkap atau terdapat kesalahan saat pengisian. Namun demikian, Ia akan terus berupaya memperbaiki kualitas layanan di dinasnya. Salah satunya dengan melakukan evaluasi rutin tiap minggunya.
"Setiap hari jumat kita evaluasi, apa yang kurang sehingga bisa kita perbaiki untuk peningkatan kualitas layanan minggu berikutnya," tegasnya.
Ia menambahkan, dari evaluasi selama dua minggu kemarin, pembagian ruang pelayanan menjadi dua ini terbukti efektif memutus mata rantai antrian. Untuk yang dulu antrinya panjang dan membludak, sekarang sudah kondusif.
"Tiap hari ada sekitar 500 hingga 600 pemohon KTP dan KK yang datang ke kantor Dispendukcapil. Dan sejauh ini, antriannya sudah rapi tidak mengular lagi," pungkasnya. Dwi
Editor : Redaksi