SURABAYAPAGI, Surabaya - Dokter Spesialis Anak Kurniawan Satria Denta memberikan beberapa tips mengobati anak-anak yang mengalami demam, batuk, atau pilek tanpa mengonsumsi obat-obatan. Kuncinya adalah cairan dan kompres.
"Bisa dengan meningkatkan asupan cairan dan kompres hangat," ujarnya, Rabu (19/10).
Baca juga: Tekan Peningkatan Kasus Campak, Dinkes Tulungagung Gelar Program Imunisasi ‘Kejar’
Terkait jenis cairan, ia menyebutkan kalau anak di bawah setahun dengan air susu ibu (ASI). Sedangkan jika buah hati berumur di atas setahun bisa menggunakan berbagai macam cairan. Misalnya air putih, air masakan rumah tangga, elektrolit, dan lain-lain.
Mengenai seberapa banyak asupan cairan, Denta mengatakan itu semau bayi atau anak. Namun, Denta meminta orang tua memonitor air kencing anaknya.
"Dalam enam jam harusnya sudah ada satu hingga dua kali kencing di luar jam tidur," kata Denta.
Baca juga: Satlantas Polres Blitar Kota Gelar Check Point, Tes Kesehatan Awak Angkutan Umum di Terminal Patria
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan seluruh apotek di Indonesia untuk menyetop sementara penjualan semua obat bebas dalam bentuk sirup kepada masyarakat. Obat yang dilarang untuk dijual termasuk semua jenis obat dalam bentuk sirup atau cair, termasuk obat cair untuk dewasa, dan tidak terbatas pada obat paracetamol sirup saja.
Instruksi tersebut dikeluarkan sebagai upaya kewaspadaan atas kasus gangguan gagal ginjal akut progresif atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) yang banyak menyerang anak-anak di Indonesia.
Baca juga: Dinkes Madiun Temukan 13 Kasus Campak, Upaya Vaksinasi Terus Digencarkan per Awal 2026
"Seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk sirup kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyi poin 8 dari Surat Edaran (SE) Kemenkes Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak.hlt/dmm
Editor : Mariana Setiawati