Tepis Pengelolaan Keuangan Buruk, KSDR Catatkan Laba 4 Persen Dalam RAT 2021

surabayapagi.com

SurabayaPagi, Surabaya - Ketua Koperasi Semolowaru Dadi Rukun (KSDR) Priya Aji Pambudi melaporkan hasil keuangan pengelolaan pasar Semolowaru memperoleh laba 4 persen yang disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSDR Ketiga tahun 2021.

Hal ini otomatis menepis tudingan pihak tertentu bahwa kondisi finansial pasar yang menjadi aset Pemkot Surabaya tersebut kurang bagus.

Priya Aji Pambudi menjelaskan, dalam RAT ketiga KSDR tahun 2021 membahas masalah pembukuan keuangan yang disaksikan Dinas Koperasi Kota Surabaya. Dan alhasil pihak pengelola pasar Semolowaru memperoleh keuntungan 4 persen untuk tahun 2021 dari saldo Rp. 79.000.000.

"Dibanding tahun lalu kita naik 4 persen," kata pria yang akrab disapa Yayok tersebut. Sabtu (24/12/2022).

Yayok menerangkan, RAT ketiga ini diikuti oleh sekitar 108 pedagang yang merupakan anggota KSDR dan laporannya akan disampaikan ke Dinas Koperasi Surabaya.

Sedangkan terkait gugatan Noer Qodim yang menggugat KSDR mempunyai tanggungan hutang dinilai Yayok bahwa sejauh ini pihaknya telah menyiapkan saksi untuk persidangan berikutnya.

"Yang kedua membahas masalah pak Qodim yang intinya kita digugat dari pak Qodim sendiri, itu sudah dilimpahkan ke pengadilan tinggal menunggu keputusan dari pengadilan," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pengaduan Masyarakat DPP Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jatim Miko Saleh yang selama ini mendampingi KSDR mengatakan bahwa pengelolaan pasar Semolowaru sekarang sudah On The Track. Hal tersebut terlihat dari surplus keuangan yang tercatat dan disampaikan dalam RAT sekarang.

"Kalau selama ini kita lihat dari pihak GNPK sendiri khususnya GNPK Jatim melihat bahwa keuangan ini cukup signifikan, bisa ada wujud ke para anggota bahwa mereka memiliki surplus 4 persen. Saya rasa cukup bagus lah," ucap Miko.

Dengan catatan keuntungan tersebut, Miko menjelaskan bahwa aset Pemkot Surabaya itu mengalami kemajuan dan isu kondisi keuangan yang kurang bagus ketika dikelola KSDR itu dinilainya adalah kabar bohong. 

"Memang ada suatu kepentingan - kepentingan yang tidak sehat, yang mana adanya KSDR yang muncul itu mereka punya niatan yang tidak baik," tegasnya. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Mar 2026 20:36 WIB
Berita Terbaru