Kebiasaan Konsumsi Gula Bisa Picu Kecanduan

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI, Surabaya - Gula merupakan sumber energi yang instan bagi tubuh dan dapat memunculkan perasaan bahagia. Namun kebiasaan mengonsumsi gula ternyata juga bisa memicu timbulnya kecanduan atau craving makanan dan minuman yang manis.

Secara umum, gula adalah karbohidrat sederhana yang dapat diubah menjadi sumber energi untuk tubuh. Gula dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gula alami dan gula tambahan. Gula alami bisa didapatkan dari makanan atau minuman yang secara alami mengandung gula, seperti susu atau buah, sedangkan gula tambahan adalah gula yang ditambahkan ke dalam makanan atau minuman selama proses produksi atau persiapan.

Baca juga: Dinkes Lamongan Temukan 96 Kasus DBD Sepanjang 2026, Tak Ada Korban Jiwa

"Tidak sulit untuk menemukan makanan dan minuman dengan gula tambahan," ujar dokter spesialis gizi klinik dari RS Pondok Indah, Jakarta, dr Juwalita Surapsari MGizi SpGK, Minggu (25/12).

Mengonsumsi makanan atau minuman manis diyakini dapat membuat perasaan menjadi lebih baik. Hal ini terjadi karena setelah seseorang mengonsumsi gula, otak akan melepaskan serotonin serta dopamin. Keduanya merupakan neurotransmitter yang berperan dalam brain reward system. "Sehingga suasana hati menjadi bahagia dan mood menjadi lebih baik," ujar Juwalita.

Sayangnya, asupan gula tak hanya bisa memberikan perasaan bahagia, tetapi juga berpotensi memicu "kecanduan". Alasannya, ketika rasa bahagia setelah mengonsumsi gula mereda, otak cenderung menginginkan perasaan bahagia tersebut kembali. Oleh karena itu, ketika kadar glukosa mencapai tingkat yang rendah, akan muncul keinginan untuk mengonsumsi atau craving makanan dan minuman manis. "Hal ini yang memberikan dampak kecanduan gula pada seseorang," lanjut Juwalita.

Baca juga: Komitmen Prioritaskan Keamanan Siswa, Pemkab Probolinggo Minta SPPG Perbaiki Distribusi MBG

Bila keinginan ini terus-menerus diikuti, seseorang akan berpotensi mengonsumsi gula secara berlebih. Kebiasaan mengonsumsi gula secara berlebih bisa meningkatkan beragam risiko masalah kesehatan, mulai dari karies gigi hingga obesitas.

Tentu bukan berarti gula tak boleh dikonsumsi sama sekali. Gula tetap dapat dinikmati dalam keseharian, namun secukupnya saja atau dengan batasan. Bila mengacu pada rekomendasi Kementerian Kesehatan RI, batas asupan gula yang dianjurkan adalah 10 persen dari total asupan energi yang dibutuhkan tubuh.

Baca juga: Tekan Peningkatan Kasus Campak, Dinkes Tulungagung Gelar Program Imunisasi ‘Kejar’

Untuk orang dewasa yang memiliki kebutuhan energi sekitar 2000 kalori, maka batas asupan gula yang dapat dikonsumsi adalah sekitar 200 kalori per hari. Jumlah ini setara dengan 50 gram atau empat sendok makan gula per hari.

Batas asupan gula harian yang direkomendasikan untuk anak cenderung lebih rendah dibandingkan orang dewasa. Menurut dr Juwalita, batas asupan gula untuk anak adalah tidak lebih dari 25 gram atau sekitar dua sendok makan gula per hari. "Batasan ini adalah standar bagi orang dewasa atau anak-anak yang memiliki kadar gula darah yang normal," ujar dr Juwalita.hlt/gla

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru