Wapres Ma'ruf Amin Targetkan Rasio Kewirausahaan Tumbuh 3,95 Persen pada 2024

surabayapagi.com
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: BPMI Setwapres.

SURABAYAPAGI.COM, Semarang - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin memasang target Indonesia dapat meningkatkan rasio kewirausahaan menjadi 3,95 persen pada tahun 2024 mendatang.

"Kami berharap di 2024 Indonesia sudah dapat meningkatkan rasio kewirausahaan menjadi 3,95 persen," kata Ma’ruf Amin dalam acara Peresmian Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (27/12/2022).

Ma’ruf Amin menilai, sebagai negara berkembang dan berpopulasi besar, Indonesia diprediksi dapat menjadi raksasa ekonomi dunia.

"Kewirausahaan ini kiranya terus diperluas dengan menghadirkan lebih banyak PLUT KUMKM, sekaligus mengoptimalkan fungsinya untuk mendorong kolaborasi dan memajukan kewirausahaan sesuai kekayaan potensi di daerah," ujarnya.

Selain itu, ia juga optimistis inklusi akses keuangan bisa mencapai 90% pada 2024. Tak hanya itu, Wapres juga mematok target terhadap kontribusi ekspor UMKM sebesar 21,6 persen dan diharapkan 30 juta UMKM yang go-digital dalam 2 tahun ke depan.

Menurutnya, jika Indonesia ingin ekonominya maju, kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kuantitas wirausaha dalam negeri harus terus digenjot.

Ia menyebut kewirausahaan akan menyumbang efek berjenjang karena dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan seiring dengan tumbuhnya pendapatan dan kesejahteraan para pelakunya.

"Bahkan, wirausaha kerap dapat menciptakan perubahan sosial yang positif melalui produk/jasa yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan," tuturnya.

Maka dari itu, Ma'ruf mengatakan pemerintah terus mendorong UMKM dan wirausaha untuk terus berkembang melalui berbagai program pemberdayaan, pemberian bantuan sosial, hingga pendampingan.

"Termasuk mendorong tumbuhnya ekosistem kewirausahaan, seperti jejaring dan inkubasi bisnis, inovasi produk dan jasa berbasis riset, memanfaatkan teknologi dan peningkatan literasi digital, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif," terangnya.

Lebih lanjut, Ma'ruf menambahkan, kendala terbesar UMKM saat ini masih seputar akses pembiayaan dan permodalan.

"Kemudian disusul akses pasar, pemasaran dan promosi produk, serta akses bahan baku/alat produksi, dan kendala lainnya," ucapnya.

Oleh sebab itu, Wapres meminta bantuan modal melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan skema KUR Khusus berbasis kelompok usaha atau klaster, melalui Lembaga Penyalur Dana Bergulir KUMKM agar terus ditingkatkan.

"Pembiayaan KUR berbasis klaster menjadi solusi bagi unit-unit usaha rakyat yang belum terinklusi oleh layanan perbankan konvensional," tegasnya.

Ma'ruf pun berpesan agar penyaluran KUR klaster itu dilakukan dengan penuh tanggung jawab, terukur, dan tepat sasaran sehingga masyarakat menerima manfaat dan terjamin keamanan usahanya.

"Saya juga mengajak kita bersama untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan di tengah masyarakat. Jiwa kewirausahaan perlu dikenalkan sejak usia muda dengan menanamkan pola pikir dan perilaku inovatif, kreatif, mandiri, jujur, dan pantang menyerah,"tutupnya. smg

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru