SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Berbagai upaya Pemkab Lamongan untuk membantu petani di wilayah Modo agar bisa panen terus dilakukan, salah satunya dengan memaksimalkan saluran air di Desa Sambungrejo Kecamatan Modo Lamongan.
Gagalnya panen di wilayah ini disebabkan karena sering banjir, akibat luapan aliran dari sungai Semarmendem dari wilayah Bojonegoro, kebetulan aliran air ya melewati wilayah persawahan Sambungrejo.
Baca juga: Waduk Karangnongko Jadi Solusi Jangka Panjang Banjir Bengawan Jero di Lamongan
"Pemkab Lamongan telah mengupayakan melalui koordinasi dengan Pemkab Bojonegoro, juga BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Bengawan Solo. Selain itu juga melakukan beberapa tindakan sesuai dengan kewenangan, seperti melakukan perapian pinggiran saluran," terang bupati Yuhronur Efendi.
Baca juga: Program Edufarm Mantup Jadi Pusat Edukasi Peternakan Terpadu Lamongan
Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dan semoga segera ada solusi dengan menormalisasi atau dikeruk. " Sudah dikoordinasikan semoga segera ada solusi. Dinormalisasi, dikeruk, ini menunggu izin dari BBWS Bengawan Solo. Nanti kalau sudah memperoleh izin baru bisa dikeruk, walau belum dibuatkan pintu di Sungai Semarmendem minimal air yang di sini sudah tidak meluber ke sawah-sawah petani,"ujarnya.
Sesuai kewenangan yang dimiliki Pemkab Lamongan, pada kesempatan tersebut dilaksanakan perapian saluran Sambungrejo sepanjang 100 meter oleh Dinas PU SDA Kabupaten Lamongan. Tidak hanya itu untuk perkuatan saluran di Sambungrejo, pada tahun ini direncanakan akan dibangun TPT (Tembok Penahan Tanah) dengan panjang kurang lebih 150 meter.
Baca juga: Aksi Nyata Terus Dilakukan, PWI Lamongan Gelar Baksos di Wilayah Perbatasan
"Pokoknya mari kita ikhtiarkan bersama-sama, semoga kedepannya tidak ada lagi gagal panen, panennya baik, lancar semuanya," tambahnya.
Sebelumnya dalam perjalanan menggunakan motor trail dari Babat ke Modo ini, bupati juga telah meninjau pelaksanaan Gempur Saloka (Gerakan Bersih Lumpur Saluran dalam Kota) di Desa Bedahan Babat. Kegiatan rutinan ini dimaksudkan untuk membersihkan dan mengecek sampah yang dibuang ke Kali Konang, dengan tujuan ketika nanti datang hujan deras maka pompa tidak tersumbat dan terganggu operasionalnya karena tumpukan sampah. jir
Editor : Moch Ilham