SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Penutupan patung Bunda Maria viral lantaran ditutupi terpal karena desakan ormas yang menganggap dapat mengganggu kekhusyukan warga dalam menjalankan puasa.
Ormas tersebut menyatakan keberadaan patung mengganggu umat Islam yang melaksanakan ibadah di Masjid Al-Barokah menjelang Ramadan 2023. Wagino menceritakan, Sasana Adhi Rasa merupakan kompleks makam yang disiapkan untuk pasangan suami istri pemilik kompleks. Pemiliknya sendiri bernama Yakobus Sugiharto, pengusaha besar alat rumah sakit dan ambulans.
Sasana Adhi Rasa ini tepat bersebelahan dengan kompleks makam umum warga, hanya dipisah pagar dan jalan masuk. Sementara itu, Masjid Al Barokah berdiri tepat di seberang jalan, agak ke bawah.
Penutupan patung Bunda Maria ini dilakukan dirumah Doa Sasana Adhi Rasa ST Yacobus. Rumah doa tersebut berada di Dusun degolan, Kalurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah, Kulonprogo, Yogyakarta.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kulonprogo AKBP Muharomah Fajarini mengatakan, penutupan patung tersebut bukan karena adanya desakan dari ormas. Melainkan penutupan tersebut dilakukan atas inisiatif pemilik rumah doa agar menghormati warga yang menjalankan puasa.
"Jadi itu bukan ada tuntutan, melainkan inisiatif pemilik rumah doa sebagai tanda hormat kepada umat muslim di wilayah tersebut," kata Kapolres, dikutip Jumat (24/03/2023).
Sebelumnya, Lanjut Kapolres, bahwa pihaknya telah memanggil tokoh masyarakat dan pemilik rumah doa. Dimana, dalam pemanggilan tersebut terkait klarifikasi adanya penutupan patung Bunda Maria dengan terpal.
Kapolres berharap agar warga tidak terprovokasi adanya isu penutupan patung tersebut. Bahkan, pihak kepolisian kini terus melakukan pemantuan di lokasi agar kerukunan antar umat beragama berjalan selaras dan saling menghormati.
"Kami inginkan Kulonprogo menjadi contoh toleransi beragama yang baik, terlebih saat bulan puasa ini agar saling menghormati satu sama lain. Terkait hal tersebut, rumah yang baru divangun tahun 2022 ini masih dalam proses penyelsaian pengurusan izin," tuturnya.
Sementara itu, Sutarno, pemilik Rumah doa tersebut mengakui bahwa sejak berdirinya rumah tersebut, pihaknya masih dalam penyelesaian pengurusan izin. Terlebih terkait bangunan patung itu sendiri.
Menurutnya, Patung tersebut didirikan sebagai simbol bahwa dirumah tersebut menjadi tempat rumah doa bukan sebagai tempat ibadah. Hal ini telah disosialisasikan sebelum berdirinya bangunan.
"Jadi ini rumah, bukan gereja atau sebagainya. Karena rumah doa, kami pasang patung tersebut di halaman depan bangunan utama," kata Sutarno.
Sutarno menambahkan, penutupan patung tersebut adalah murni dari pihaknya karena masih menunggu izin dan menghormati warga menajalankan ibadah puasa. Selain itu, bangunan tersebut juga belum rampung dibangun.
"Jadi kita tutup terpal dulu sementara, biar patung tersebut tidak rusak selagi menunggu izin keluar. Di samping itu, agar tidak menjadi perhatian warga yang menjalankan ibadah puasa," pungkasnya. Dsy/dc/l6/cnn
Editor : Desy Ayu