Festival Musik Patrol Jadi Ajang Kebangkitan Ekonomi Masyarakat Lumajang

surabayapagi.com
Festival musik patrol di Kabupaten Lumajang, Sabtu (8/4/2023).

SURABAYAPAGI.COM, Lumajang - Festival musik patrol kembali digelar di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Sabtu (8/4/2023) malam usai tiga tahun terakhir vakum akibat pandemi Covid-19. Festival ini langsung menyedot perhatian puluhan ribu pasang mata yang memadati area sekitar Alun-alun Lumajang

Bupati Lumajang Thoriqul Haq didampingi Wakil Bupati Indah Amperawati melepas secera langsung sebanyak 15 grup musik patrol, dari depan Masjid Agung KH. Anas Mahfudz di Jalan Alun-alun Barat.

Baca juga: Pesona Hutan Bambu Sumbermujur, Keindahannya Seperti Masuki Dunia Lain

Thoriq mengaku bersyukur event ini bisa kembali terlaksana. Pasalnya, banyak juga manfaatnya yang didapat. Salah satunya adalah perputaran ekonomi kembali meningkat.

"Alhamdulillah sekarang sudah mulai dilakukan berbagai event. Selain untuk menyemarakan bulan Ramadahn 1444 hijriah, kegiatan festival musik patrol ini juga menjadi ajang pengembangan ekonomi masyarakat,” kata Thoriq, Sabtu (8/4/2023).

Menurut Thoriq, kegiatan semacam ini selain jadi hiburan, juga terbukti efektif membangkitkan kembali ekonomi masyarakat Lumajang usai terpuruk karena pandemi Covid-19.

"Sudah tiga tahun penuh para pelaku ekonomi ini terpuruk dan terdampak, karena adanya pembatasan kegiatan akibat pandemi. Kini, saat pembatasan kegiatan sudah tidak diberlakukan lagi, para pelaku ekonomi kini bisa bangkit,” ujarnya.

Baca juga: Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Lahan Petani Seluas 105 Hektare Rusak

Ia pun berjanji di sisa periode kepemimpinannya akan lebih giat membuat kegiatan yang melibatkan banyak warga Lumajang.

"Yang jual cilok bisa laku, yang jual bakso laku, kegiatan-kegiatan semacam ini akan kami perbanyak lagi karena memang efektif membangkitkan ekonomi pasca-pandemi," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Patrol Lumajang Ahmad Salahuddin mengatakan bahwa pada festival patrol tahun ini terdapat 15 peserta yang berasal dari beberapa kelurahan dan desa di sekitar kota Lumajang, serta beberapa desa tetangga yang siap tampil untuk memberikan hiburan kepada lapisan masyarakat.

Baca juga: Rawan Bahaya Erupsi, Aktivitas Tambang di Gunung Semeru Ditutup Sementara

Meski jumlah peserta tak banyak, jumlah penonton yang hadir di sekitaran alun-alun melebihi perkiraan panitia. Ia menuturkan, jumlah penonton yang diperkirakan panitia tidak sampai 10.000. Namun, jumlahnya membludak hingga lebih dari 25.000 warga.

"Jumlah pesertanya memang sedikit hanya 15 karena ini pertama kali sejak tiga tahun terakhir tidak ada festival patrol karena pandemi, tapi jumlah penonton yang hadir ini sangat luar biasa jauh dari yang kami bayangkan," pungkasnya. lmj

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru