Presiden Joko Widodo Malah Minta Rakyat Pilih Pemimpin yang Pemberani Bela Rakyat, Paham Majukan Negara dan Bukan Pemimpin yang Bekerja Rutinitas yang Hanya Duduk di Istana Lakukan Tanda Tangan!
Baca juga: Khofifah-Emil Sowan ke Rumah Presiden RI Ke-7 Jokowi Usai Retreat
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Relawan Musyawarah Rakyat (Musra) mengklaim kini telah melakukan penjaringan bakal calon presiden bakal calon wakil presiden. Musra, dalam acara puncak acara Musyawarah Rakyat (Musra), Minggu (14/5/2023) usulkan bakal capres PDI-P yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Juga usulkan para bakal calon wakil presiden yang terjaring yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dan Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.
Ada juga nama Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Ternyata hingga acara Musra yang diselenggarakan di Istora Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, berakhir jelang Minggu sore, Jokowi yang berpidato berapi api kayak Bung Karno tidak memilih nama-nama bacapres dan bacawapres usulan Musra.
Gunakan Kaos Putih
Jokowi hadir di area acara pukul 13.00 WIB, ditengah teriknya matahari yang menyengat di ibu kota Jakarta. Ia tiba didampingi Ketua Dewan Pengarah Musra Andi Gani Nena Wea hingga penanggung jawab Musra Budi Arie.
Jokowi terlihat mengenakan kaus berwarna putih. Sebelum ke panggung acara, Jokowi menyempatkan diri berjalan ke tribun relawan untuk menyapa para relawan.
Jokowi, tampak melemparkan senyum ke relawan. Tak sedikit dari relawan yang minta berjabat tangan dan bahkan mengajak Presiden Indonesia ini berswafoto. Jokowi sempat memegang HP milik relawan dan mengajak selfie bersama.
Selain Jokowi, terlihat juga Ketua Wantimpres Wiranto, anggota Wantimpres Sidarto Danusobroto, anggota Wantimpres Putri K Wardhani, Kasetpres Heru Budi Hartono, Wakil Menteri Tenaga Kerja Afriansyah Noor, Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani hingga sejumlah Kader PSI.
Hargai Upaya Para Relawan
Meski tuntutannya tak dipenuhi, Jokowi tetap memberikan apresiasi kepada para relawannya atas digelarnya Musra selama ini. Dia sangat menghargai upaya para relawan.
"Jadi kalau capek-capek, 29 kali, dari provinsi ini pindah ke provinsi in, pindah ke provinsi ini, pindah ke provinsi ini, kenapa capek-capek? Karena tadi. Karena itu saya sangat menghargai, saya sangat menghargai, saya sangat mengapresiasi kegiatan musra yang dilakukan para relawan Jokowi ini," ujar dia.
Jokowi tetap dengan pesan awal kepada para relawannya. Ingat, kata Jokowi, jangan sampai keliru memilih pemimpin.
"Saya tahu saudara-saudara semuanya inign menyerap aspirasi rakyat, benar? Siapa sih yang diinginkan rakyat? Jangan sampai keliru. Dan saya tahu saudara saudara ingin mencari, ingin menemukan capres dan cawapres yang benar dan tepat," kata Jokowi.
Jangan Termakan Suara Elite
Jokowi menyampaikan relawannya harus mendengar suara rakyat dan suara akar rumput, bukan termakan suara elite-elite. Karena itu lah, kata dia, acara Musra ini penting dilakukan.
Baca juga: PDIP, Prabowo-Jokowi, Memang Harus Dipisah
"Karena yang kita dengarkan adalah suara rakyat, suara akar rumput, bukan suara elite. Kenapa ini dilakukan? Kenapa musra ini dilakukan? Karena kita semuanya cinta negara ini, karena kita semuanya cinta bangsa ini," ucapnya.
Jokowi berbicara tentang sosok pemimpin yang dibutuhkan rakyat untuk memajukan negara.
Jokowi menyebut rakyat Indonesia membutuhkan pemimpin yang mengerti akan potensi negara. Menurutnya, pemimpin Indonesia ke depan juga perlu memahami kekuatan bangsanya sendiri.
"Rakyat butuh pemimpin yang paham, yang ngerti bagaimana memajukan negara ini. Karena pemimpin itu harus paham dan tahu potensi serta kekuatan negara ini, kekuatan bangsa ini apa. Dia harus ngerti, dia harus tahu," kata Jokowi berapi-api.
Negara Butuh Pemimpin Pemberani
Saat bicara berapi-api menyampaikan pidato ketika membahas soal kriteria pemimpin bagi masa depan Indonesia. Jokowi menegaskan Indonesia membutuhkan pemimpin yang dekat dengan rakyat dan berani demi kepentingan rakyat.
"Negara ini adalah negara besar. Bangsa ini adalah bangsa besar. Penduduk kita sudah 280 juta, kurang lebih. Rakyat kita butuh pemimpin yang tepat, butuh pemimpin yang bener. Yang dekat dengan rakyat," kata Jokowi seperti pidato Bung Karno.
Jokowi ingatkan pemimpin yang paham hati rakyat, yang tahu kebutuhan rakyat. Yang mau bekerja keras untuk rakyat." Itu yang dibutuhkan," lanjutnya.
Selain itu, Jokowi mengatakan bahwa rakyat Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani. Yakni pemberani demi kepentingan rakyat.
"Dan pemberani. Yang berani, pemberani demi rakyat," kata Jokowi dengan suara yang meninggi dan gestur tangan yang tegas.
Baca juga: Suara PDIP Jateng Diduga Digerus Presiden ke-7, Megawati Bikin Perhitungan ke Jokowi
Prediksi Jokowi Dalam 13 tahun
Selain itu, Jokowi mengatakan pemimpin Indonesia harus mampu memanfaatkan peluang. Menurutnya, Indonesia tidak butuh pemimpin yang hanya duduk di Istana Negara dan tanda tangan.
"Dan pemimpin itu harus tahu dan paham bagaimana memajukan negara ini, dari sisi mana. Dan mampu memanfaatkan peluang yang ada, bukan rutinitas, bukan hanya duduk di istana dan rutinitas. Bukan hanya duduk di istana dan tanda tangan, bukan itu," ucapnya.
"Dia harus tahu bagaimana membangun sebuah strategi negara, strategi ekonomi, strategi politiknya harus ada semuanya. Karena kita berhadapan dengan negara-negara lain, karena kita bersaing dengan negara-negara lain, kita berkompetisi dengan negara lain," sambungnya.
Jokowi memprediksi Indonesia berpeluang menjadi negara maju dalam 13 tahun ke depan. Hal itu, kata Jokowi, perlu dimanfaat pemimpin Indonesia selanjutnya.
"Peluang kita menjadi negara maju itu ada dalam 13 tahun ke depan. Ini di sampaikan oleh para pakar dalam negeri maupun luar. Kesempatan kita itu hanya ada di 13 tahun ke depan ini. Karena bonus demografi kita akan muncul di tahun 30-an," imbuhnya
Ribuan relawan banjiri Gedung Bung Karno Senayan. "Diperkirakan dihadiri oleh kurang lebih 30.000 orang relawan pendukung Jokowi yang datang dari seluruh provinsi se-Indonesia," kata penanggung jawab Musra Budi Arie Setiadi
Ia sebut Musra digelar oleh 18 organ relawan pendukung Jokowi untuk menjaring kandidat calon presiden dan wakil presiden di seluruh provinsi se-Indonesia.
Ia katakan rangkaian Musra sudah berjalan selama hampir satu tahun sejak dibuka Jokowi dalam Musra provinsi Jawa Barat di Bandung, 28 Agustus 2022. n jk/erc/arm/cr2/rmc
Editor : Moch Ilham