Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah Akan Terus Kawal dan Perjuangkan Insentif Bulanan Marbot

surabayapagi.com
Foto: Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakila Rakyat Daerah) Kota Surabaya Laila Mufidah turun berdialog dengan para marbot di beberapa masjid di Surabaya
SURABAYAPAGI, Surabaya - Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakila Rakyat Daerah) Kota Surabaya Laila Mufidah akan terus mengawal rencnaa realisasi pencairan insentif bulanan marbot di seluruh Kota Surabaya. Mereka yang selama ini bertugas menjaga dan membersihkan masjid di kota ini akan mendapat bantuan insentif bulanan seperti halnya ketua RT dan RW hingga LPMK. 
 
Bahkan Kader Surabaya Hebat (KSH) juga lebih dulu mendapat insentif bulanan. Insentif rutin mereka ini dicover APBD Kota Surabaya. Rencananya, marbot di Surabaya juga akan mendapatkan insentif rutin dan pasti dari APBD. 
 
"Besaran angkanya masih dihitung. Begitu juga total marbot penerima insentif ini juga tengah difinalisasi. Namun besarannya Insyaallah Rp 400.000-an per bulan," kata Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah, Senin (12/6). 
 
Hanya saja, lanjut Laila, realisasi penerimaan bantuan insentif khusus para marbot seluruh Surabaya tersebut baru akan diberikan pada 2024. Anggarannya melalui APBD 2024 sehingga baru akan bisa dinikmati tahun depan. Namun pimpinan DPRD itu memastikan sudah ada kesepakatan DPRD dan Pemkot Surabaya. 
 
Selama ini, para marbot sudah mendapatkan semacam honor dari setiap masjid. Namun besarannya tentu berbeda bergantung masjid masing-masing. Bukan dari APBD sehingga nominalnya tidak sama. 
 
Sebab menurut pimpinan DPRD, ini berapa pun nilai insentif bagi marbot sudah sangat berarti. Mereka memiliki keluarga dan bisa untuk tambahan nafkah keluarganya. 
 
Saat ini, Pemkot Surabaya bersama DPRD Surabaya tengah menyiapkan seluruh perangkat untuk pencairan bantuan honor marbot. Termasuk persyaratan dan ketentuan marbot penerima insentif ini juga tengah dibahas. 
 
Salah satunya adalah marbot harus ber-KTP Surabaya. Termasuk masa pengabdian marbot juga tengah dibahas. Laila yang politisi perempuan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini terus mendorong agar persyaratan realisasi pencairan insentif itu tidak memberatkan. 
 
Laila juga menuturkan bahwa potensi kerumitan apa pun harus diantisipasi. Termasuk dalam satu masjid jika ada lebih dari satu marbot. Kondisi ini juga harus dipastikan dan disosialisasikan dengan baik agar clear. Dia menegaskan bahwa saat ini semua pendukung sistem tengah dikaji. 
 
Menurut Lailai, wacana pemberian bantuan insentif bulanan bagi marbot itu sudah lama disuarakan. Fraksi PKB di DPRD Surabaya sudah mewacanakan "kesejahteraan" marbot itu cukup lama. Sampai saat ini, terus konsisten memperjuangkannya. 
 
Dengan tegas ia mengatakan bahwa dirinya akan terus berjuang hingga insentif bagi marbot itu terealisasi. Laila selama ini terus pasang badan jika pemberian insentif untuk para marbot di Surabaya ini tidak disegerakan. 
 
Laila Mufidah yang didapuk sebagai penasihat Fraksi PKB DPRD Kota Surabya menyebutkan bahwa fraksinya sudah sejak  April 2021 sepakat memberi perhatian khusus kepada para marbot. Jumlahnya ada ribuan marbot di Surabaya. Alq

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru