SURABAYAPAGI, Surabaya - Terkait dengan rencnaa realisasi pencairan insentif bulanan marbot di seluruh Kota Surabaya Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakila Rakyat Daerah) Kota Surabaya Laila Mufidah
meminta pemerintah kota harus melakukan pedataan yang akurat mengenai jumlah marbot yang akan menerima insentif bulanan.
"Saya masih ingat saat Pak Wali Kota Eri Cahyadi safari ke DPC PKB. Kami langsung meminta agar kesejahteraan marbot menjadi perhatian Pemkot," ungkap Laila Mufidah,Senin (12/6).
Ketua Perempuan Bangsa Surabaya ini mengatakan bahwa dirinya akan terus berjuang hingga insentif bagi marbot itu terealisasi. Laila selama ini terus pasang badan jika pemberian insentif untuk para marbot di Surabaya ini tidak disegerakan.
Namun dirinya memahami bahwa pencairan anggaran itu harus melalui mekanisme dan sesuai aturan yang berlaku. "Saya akan kawal ketat hingga bantuan insentif ini benar-benar dinikmati warga Surabaya yang membantu menjaga rumah-rumah Allah," ucapnya.
Perempuan asli Kendangsari Gang Lebar Surabaya juga kerap turun menemui masyarakat. Termasuk saat reses. Menyangkut kesejahteraan marbot selalu menjadi keluhan dan suara masyarakat. Maklum, mereka telah mencurahkan waktu dan tenaganya di masjid.
Sementara mereka juga punya keluarga. Laila berkomitmen akan mengawal insentif marbot dari Pemkot Surabaya hingga betul-betul dirasakan marbot. Mereka berhak atas bantuan insentif ini. Dengan kekuatan APBD Rp 11,2 triliun, kelompok warga Surabaya berhak mendapat intervensi Pemkot.
Laila yang kepanjangan tangan dari PKB merasa bersalah jika tidak bisa memenuhi hak-hak para marbot. "Saya kedusan (berdosa) kalau tidak bisa memperjuangkannya. Saya yakin Pemkot bisa melakukan yang tewbaik untuk marbot," kata Laila. Alq
Editor : Mariana Setiawati