SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas dan Syaiful Rahmat Dasuki hadiri penutupan Musabaqah Qiraatul Kutub Nasional (MQKN) 2023 di Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan Jawa Timur, Senin (17/7/2023) malam, dan keluar sebagai juara umum dalam gelaran tiga tahun sekali ini adalah kafilah dari Provinsi Jawa Tengah.
Selanjutnya kafilah tuan rumah Jawa Timur harus puas sebagai juara kedua, disusul juara ke tiga Kafilah Jawa Barat. Dan urutan selanjutnya adalah ditempati Kafilah Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, DI Yogyakarta, Riau, Lampung dan Sumatera Selatan.
"Setelah melalui beberapa tahapan selama kurang lebih 8 hari, Alhamdulillah malam ini bisa kita pungkasi dengan selawat kerukunan dan pemberian hadiah kepada para juara dan pemenang MQKN," ungkap Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Muhammad Ali Ramdhani, dalam laporannya.
Disebutkan olehnya, Kafilah Jawa Tengah berhasil menyabet gelar juara umum karena berhasil memperoleh sebanyak 21 medali pertama. "Saya bersyukur, kegiatan MQKN yang digelar selama 8 hari mulai tanggal 11 Juli sampai dengan 18 Juli 2023 ini berjalan dengan lancar dan sukses. Bahkan, para santri dan mahasantri terlihat begitu antusias," terangnya.
Para peserta, menurut Ali Ramdhani, mampu menginterpretasikan dan mendalami turats dengan baik. Mereka juga mampu mengkomparasikan kandungan turats dengan kondisi kontemporer saat ini. Tak cukup itu, selain mampu memitigasi persoalan dan tantangan kekinian, para peserta juga beradu kemampuan dalam berdebat menggunakan bahasa arab dan inggris dengan baik dan lancar.
"Ke depan, diharapkan MQKN ini bisa menjadi agenda 3 tahunan bahkan bisa 2 tahunan. Mengingat kajian turats atau kitab kuning ini adalah genuine dan merupakan produk asli pesantren. Kami juga melihat tingginya antusiasme santri dan mahasantri dari penjuru nusantara," bebernya.
Ali Ramdhani melaporkan, kegiatan MQKN ini diikuti oleh 2.170 santri dan mahasantri yang berasal dari seluruh provinsi dan Mahad Aly se-Indonesia. Para pemenang dari 25 cabang perlombaan pada MQKN ini diberikan hadiah uang pembinaan dengan total senilai Rp 2,7 miliar.
Secara rinci, dalam MQKN ini masing-masing peserta yang menjadi juara 1 menerima uang pembinaan sebesar Rp 15 juta, juara 2 Rp 10 juta, juara 3 Rp 7,5 juta, harapan 1 Rp 5 juta, harapan 2 Rp 4 juta, harapan 3 Rp 3 juta.
"Kesuksesan MQKN 2023 ini menunjukkan bahwa proses kaderisasi ulama di nusantara berlangsung dengan baik. Kami berpesan bahwa tekun itu harus, juara itu bonus. Bagi pemenang jangan berpuas diri tantangan ke depan semakin kompleks. Jadilah garda terdepan bagi kerukunan berbangsa dam bernegara," paparnya.
Lebih lanjut, Ali Ramdhani juga mengapresiasi peran dari seluruh jajaran kepanitian yang telah bekerja keras dalam mensukseskan MQKN ini, utamanya bagi pihak tuan rumah dan pengasuh Pesantren Sunan Drajat Lamongan.
"Kami berikan apresiasi tak terhingga bagi seluruh panitia, khususnya tuan rumah dan Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur selaku pengasuh Pesantren Sunan Drajat Lamongan. Kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya. Mari kita ambil hikmahnya, sehingga menjadi insan yang terbaik," tandasnya.
Sebagai informasi, turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, Wamenag, Direktur PD Pontren, Kemenag Provinsi dan Kabupaten/Kota, Pemprov Jatim, Forkopimda Lamongan, serta para pengasuh pesantren.
Tercatat, 3 Kafilah Mahad Aly yang mendapat medali paling banyak di antaranya Mahad Aly Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang, lalu Mahad Aly Al Munawwarah Pekanbaru Riau dan Mahad Aly Mangkoso, Barru Sulawesi Selatan.
Kemudian Pesantren paling banyak meraih juara 1 adalah Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo Kediri Jatim, lalu Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan Pati Jateng dan Pesantren Darul Ulum Batang Jateng.
Sementara itu, MQKN ini tampak semakin marak dengan digelarnya Halaqah Ulama Nasional, Expo Kemandirian Pesantren, pertunjukan kebudayaan dan kesenian pesantren, serta selawat kerukunan.jir
Editor : Moch Ilham