SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai langkah dan fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur khususnya untuk membantu keluarga penerima ketika terjadi musibah, termasuk jaminan pendidikan bagi anak hingga selesai sekolah, pihaknya kini menargetkan dapat menambah hingga 10 ribu peserta program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian (Pro JKK-JKM) bagi pekerja di wilayah setempat.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengungkap jika berdasarkan data, saat ini terdapat sekitar 15.700 penerima manfaat yang telah tercover BPJS Ketenagakerjaan di Kota Madiun melalui melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK).
"Program JKK dan JKM ini sangat bermanfaat. Memang tidak ada orang yang ingin menerima musibah, tetapi pemerintah wajib hadir memberikan jaminan. Manfaatnya sangat luar biasa. Bahkan, ketika ada musibah, bantuan bisa dimanfaatkan sampai anak menyelesaikan pendidikan. Ini menjadi salah satu bentuk jaminan penting bagi masyarakat," jelasnya, Jumat (24/04/2026).
Oleh karenanya, dengan penambahan sekitar 10 ribu peserta baru, total kepesertaan Pro JKK-JKM ditargetkan bisa mencapai 25 ribu orang hingga tahun 2027. Pemkot juga telah berkomitmen akan memprioritaskan pekerja sektor informal, seperti pedagang kaki lima (PKL) dan wiraswasta yang bekerja secara mandiri.
"Kita akan petakan dulu pekerja informal, seperti PKL dan wiraswasta. Saat ini sudah sekitar 15 ribu, harapannya bisa bertambah meskipun tidak banyak. Target kami di 2027 bisa mencapai 25 ribu peserta," katanya. md-01/dsy
Editor : Redaksi