Keren! Siswa SMPN 3 Kota Mojokerto Eduwisata Botanic dengan Walikota Saat MPLS

surabayapagi.com
Para siswa kelas VII SMPN 3 Kota Mojokerto saat membersihkan sampah di lokasi wisata bahari mojopahit (WBM) Rejoto, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto

 

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Puluhan siswa SMP Negeri 3 Kota Mojokerto melakukan Eduwisata Botanic Garden Rejoto dengan Wali Kota Ika Puspitasari saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (18/7/2023) pagi. 

Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan generasi yang berbudaya lingkungan melalui Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah (GPBLHS). 

Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Kota Mojokerto, Rejo SPd. M.Pd mengatakan setiap MPLS tahun ajaran baru, para peserta didik diberi materi pengenalan lingkungan hidup serta pentingnya menjaga pelestarian lingkungan. 

Tujuannya agar siswa paham tentang pelestarian lingkungan, mau ikut aktif dan peduli serta berbudaya lingkungan.

"Sehingga bisa mempengaruhi perilaku mereka dalam sehari-hari baik disekolah maupun dirumah. Agar tidak melakukan pencemaran dan merusak lingkungan hidup," tegasnya.

Masih kata Rejo, SMPN 3 Kota Mojokerto juga sudah memberlakukan 'zero plastic' dengan menekan pemakaian wadah plastik sekali pakai. 

"Seluruh warga sekolah mulai dari siswa, guru, staf hingga pegawai wajib membawa tempat makan dan minum sendiri, seperti tumbler dan lunch box," tegasnya.

Dengan demikian, lanjut Rejo, jajanan kemasan yang dibeli dari kantin sekolah harus dipindahkan ke wadah tersebut, dan bungkusnya dibuang di tempat sampah khusus sesuai jenisnya.

'Mendapatkan predikat sekolah adiwiyata mandiri tahun 2022 lalu semakin memacu kita untuk terus menanamkan kebiasaan kepada seluruh warga sekolah agar menjadi lebih peduli lingkungan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan MPLS tingkat SMP dilakukan selama tiga hari di lingkungan belajar, lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar. 

"Untuk lingkungan sekitar itu ada edukasi budaya cinta lingkungan dan bersih lingkungan, mumpung di Rejoto ada peletakan batu pertama proyek TBM oleh Walikota Ning Ita maka kami arahkan SMPN 3 sebagai sekolah adiwiyata mandiri hadir disitu untuk praktik pembelajaran langsung," terangnya.

Amin menyebut, di lokasi tersebut para siswa diarahkan melakukan beberapa kegiatan. Diantaranya menyapu dan memunguti sampah yang tercecer di sekitar lokasi wisata petik jeruk.

"Kegiatan ini bagian dari penanaman kebiasaan edukasi kepada anak-anak sejak kecil. Apalagi SMP Negeri 3 menyandang gelar sekolah adiwiyata mandiri tingkat nasional. Harapan kami para guru bisa mensosialisasikan dan mempraktekkan langsung anak-anak ke lingkungan," tutupnya. dwi

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Mar 2026 20:36 WIB
Berita Terbaru