SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jawa Timur (Jatim) meyakini produksi gula Jatim pada tahun 2023 bakal meningkat. Bahkan, jumlahnya diprediksi mencapai sebanyaki 1,2 juta ton.
Hal itu berkaca dari produksi gula di wilayah Jatim yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Selain itu, tingginya harga gula juga memacu semangat petani tebu untuk meningkatkan produktivitasnya.
Baca juga: PG Ngadirejo Kediri Targetkan 65 Ribu Ton Gula di Musim Giling 2024
"Saya yakin produksi gula di tahun 2023 bisa mencapai 1,2 juta ton," kata Kepala Disbun Jatim, Heru Suseno, Minggu (30/7/2023).
Berdasarkan data Disbun Jatim, jumlah produksi gula kristal putih selalu menanjak dalam 3 tahun terakhir. Bahkan, di tahun 2022, jumlahnya hampir separuh dari produksi nasional.
Heru merinci, sejak tahun 2020 hingga 2022, produksi gula di Jatim masing-masing sebesar 985,5 ribu ton, 1,087 juta ton dan 1,192 juta ton. Jumlah tersebut selalu menjadi yang tertinggi dibanding provinsi lain.
Guna mencapai target produksi hingga 1,2 juta ton, Disbun Jatim terus menggencarkan produktivitas tebu melalui sejumlah terobosan.
Baca juga: Kemenperin: Stok Gula dan Minyak Goreng Aman Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2024
Salah satunya yakni inovasi timbangan tebu. Program tersebut mengintegrasikan ketersediaan bahan baku dan manajemen Tebang Angkut berdasarkan klaster Pabrik Gula (PG).
"Timbangan tebu ini fokusnya untuk membagi PG menjadi 6 klaster sesuai lokasinya," ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa inovasi timbangan tebu bisa meningkatkan rendemen tebu petani karena mengurangi wira-wiri. Di samping itu, juga mampu memangkas waktu tunggu penggilingan tebu.
Baca juga: Stabilkan Stok dan Harga, Holding BUMN Pangan Impor 32.500 Ton Gula
Tak hanya itu, Disbun Jatim juga memberikan bimbingan kepada para petani untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan dalam meningkatkan bobot tebu. Mengingat mayoritas petani tebu Jatim merupakan petani rakyat.
"95 persen petani tebu di Jatim adalah petani rakyat. Petani rakyat bisa menjadi pengusaha di bidang bahan baku pergulaan," ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. sb
Editor : Redaksi