SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sejak menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan hajatan hingga Saat ini, harga ayam potong di sejumlah pasar tradisional Kota Kediri mengalami kenaikan di kisaran Rp 42 ribu per kilogram (kg). Kenaikan harga tersebut cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Pada Juli, harga ayam masih berada di kisaran Rp 37 ribu sampai Rp 38 ribu per kilogram. Sedangkan kenaikan harga mulai terasa sejak sekitar 14 sampai 15 Agustus. Tingginya permintaan menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga.
"Kalau sekarang sudah Rp 42 ribu per kilo. Sebelumnya sekitar Rp 37 ribu sampai Rp 38 ribu. Momennya, bulan Agustus banyak hajatan. Ada tumpengan, kemudian permintaan dari katering juga banyak. MBG juga sudah berjalan, jadi berpengaruh ke stok di pasaran," ujar Lina Mariana, salah satu pedagang ayam di Pasar Setonobetek, Rabu (19/08/2026).
Lebih lanjut, Lina menyebut, kondisi pasokan ayam saat ini relatif lebih sulit dibandingkan sebelumnya. Pedagang harus menunggu pasokan karena permintaan meningkat. Sehingga, adanya kenaikan harga tersebut juga turut berdampak terhadap penjualan. Menurut Lina, volume penjualan mengalami peningkatan sekitar 10-20 persen dibandingkan kondisi normal.
Selain itu, hal senada juga diungkap Lala, pedagang ayam lainnya, jika banyaknya kegiatan masyarakat seperti tumpengan, hajatan, serta pesanan katering membuat permintaan ayam meningkat. Selain itu, sejumlah pembeli juga lebih banyak mencari bagian tertentu, seperti paha ayam.
Ia mengatakan harga ayam mulai mencapai Rp 42 ribu per kilogram sekitar dua hari sebelum peringatan 17 Agustus. "Kalau bulan lalu masih Rp 37 ribu sampai Rp 38 ribu. Menjelang Agustusan naik jadi Rp 42 ribu. Pesanan banyak, terutama untuk acara dan katering. Jadi barangnya agak sulit didapat dan harus antre," jelasnya. kd-01/dsy
Editor : Redaksi